Hijab

Aku masih berharap kamu sadar bahwa  aku ada

Terkadang aku bertanya di mana dermaga perjumpaan kita. Agar setidaknya aku bisa memetakan kapan, dan dimana kita bisa bersua.

Dan bukan tengah jenuh menunggu dengan penantian yang aku ciptakan, tetapi hanya sekadar mengingatkan bahwa aku di sini. Menunggumu. Sudah genap menahun dan masih.

Untukmu Yang Sampai Saat Ini Masih Sabar Kutunggu

Mungkin saat ini kamu masih tengah sibuk mewujudkan impian-impian yang dulu tak pernah bosan kamu ceritakan.

Aku pun sadar, obrolan ini hanyalah sekedar angin dingin yang malah membuatmu menggigil. Sebenarnya sungguh mengusikmu. Tapi kalau sekiranya boleh meminjam waktumu sejenak, biarkan aku menceritakan tentang perasaan ini…

 

Jangan sekalipun jatuh cinta pada seseorang setelah kamu khatam kekurangannya. Karena hal itu hanya akan membuatmu sulit melupakannya. Aku Setuju Dengan Kata Pepatah Ini

jatuh cinta
findpik.com

Jatuh cinta padamu terkadang kumaknai sebagai sebuah kutukan. Kamu dengan wajah sinismu yang menyebalkan, tak pernah kusangka ternyata juga mampu membuat tawaku kembali seperti dulu.

Baca juga Lelaki Sejati Itu Mendekati, Menikahi, Lalu Menafkahi. Bukan Sekedar Memacari, Menikmati, Kemudian Pergi

Aku tidak tahu kapan pastinya aku dan kamu bisa saling berbagi kisah, dekat seakan tak ada jarak yang memisah. Sampai-sampai aku khatam segala kebiasaan dan kekuranganmu.

Tapi tahukah kamu, justru hal itu yang membuat namamu masih bertahta di hati ini, tak bergeming sedikitpun walau badai tak pernah berhenti.

Karena aku tahu, aku mencintaimu setelah paham akan segala kekuranganmu.

 

Aku Selalu Tahu Bahwa Dia yang Selama Ini Menggenapkan Bahagiamu. Tapi Tahukah Kamu, di Tengah Jarak Antara Kening dan Sajadah, Selalu Terselip Doa Agar Kita Akhirnya Ditakdirkan Bersama

Semoga kamu akhirnya untukku
pinterest.com

Semoga kamu akhirnya untukku

Aku tahu dia yang ada di hatimu, selalu tersedia untukmu, dan jauh lebih sempurna dibandingkan diriku.

Mungkin kamu tak pernah tahu, di tengah jarak antara kening dan sajadah, selalu kuselipkan harapan pada-Nya agar kita akhirnya ditakdirkan untuk bersama. Tanpa bermaksud mengusik kebahagiaanmu dengannya.

Aku memang mampu membuatmu tertawa, dan selalu siaga katika mendengar keluh kesahmu, tapi apa artinya itu jika pada akhirnya dia yang justru menggenapkan kebahagiaanmu?

 

Cintaku Padamu Tak Perlu Kupupuk Setiap Waktu. Karena Kutahu Rasa Ini Akan Selalu Bertahta di Tempatnya

cintaku padamu
Image Credit: @zsalsadil

Something always brings me back to you.
It never takes too long.
No matter what I say or do
I’ll still feel you here ’til the moment I’m gone (Gravity, Sara Bareilles)

Silih berganti penggantimu di hatiku hadir. Datang dan pergi.

Namun entah mengapa pada akhirnya, namamu dihatiku tak pernah bergeser dari posisinya. Dan akupun tak mengerti, kenapa kamu selalu menempati sudut spesial di hati ini.

Tanyaku selalu menyeruak dalam pikiran, mengapa begitu sulit untukku melupakan setiap  kenangan bersamamu.

Meskipun kenangan itu mungkin hanya segenggam tanganmu. Namun berbeda ketika ia yang mampu membahagiakan hatimu. Utuh tak tersentuh.

Layaknya gravitasi yang membuat namamu selalu kembali ke hati ini. Lagi, perasaanku padamu sudah membekas, meski kutahu tak pernah terbalas.

 

Ketika Rindu Berlabuh, Selalu Timbul Tanya, Apa Kabarnya Kamu di Sana? Sementara Aku di Sini Tengah Sibuk Mengusahakan Impian

mengejar impian
Image Credit: @Sevval Kayhan

Apa kabarnya kamu di sana? Masihkah kamu sama seperti yang dulu?

Jika mereka di sana dapat dengan mudahnya menuntaskan rindu, aku pun di sini hanya bisa mengalihkannya, tanpa bisa berkata-kata.

Menyibukkan diri adalah cara terbaik untuk tidak terlalu memikirkanmu.

Saat ini aku memilih untuk mengusahakan impian yang sudah lama kurencanakan. Ku yakin kamu pun demikian, tengah bergulat dengan rencana masa depan yang dulu selalu kamu ceritakan.

 

Menunggumu Tak Pernah Ada Kata Jenuh, Walau Sudah Genap Menahun. Mungkinkah Aku Memang Ditakdirkan Untuk Mencintaimu?

aku dan kamu
vhijab.ru

Aku masih menunggu suatu hari nanti, aku dan kamu menjadi kita…

Menunggumu tak pernah menjemukan. Meski sudah melewati dua ribu hari. Bukan waktu yang singkat memang. Mungkinkah itu pertanda bahwa aku memang ditakdirkan untuk mencintaimu?

Jika memang begitu, izinkan aku selangkah lagi menunggumu. Karena aku percaya, semua pasti akan ada ujungnya. Pun mengharapkanmu pasti akan ada ujungnya. Bahwa aku dan kamu suatu saat bisa menjadi kita, bukanlah delusiku semata.

LEAVE A REPLY