pernikahan

Karena hanya cinta antara kamu dan Dia yang akan bertahan untuk selamanya.

Perkara tentang pernikahan sepertinya memang sudah menjadi topik yang nggak bakalan habis kalau ingin dibicarakan. Apalagi buat kamu yang sudah memasuki usia 20-an.

Rasanya tuh seperti semesta mendukung untuk menyudutkanmu, sampai-sampai malah membuatmu merasa berdosa kalau sekiranya sudah sampai pada umurnya tapi belum menikah juga.

Padahal, ada baiknya kalau kamu mengintropeksi kembali dan bertanya pada diri sendiri.

Apa iya, kamu harus menikah kalau alasannya hanya sekedar sudah sampai pada umurnya? Bukankah sebenarnya banyak hal-hal penting yang harus dipertimbangkan dan dipikirkan sebelum melaksanakannya?

Terlebih, menikah itu bukan hanya menyatukan kedua insan saja, namun pernikahan ialah menjalin sebuah silahturahmi baru yang menyatukan antar dua keluarga yang berbeda, baik itu dari kebiasaan, tingkat kedewasaan, sampai pemikiran.

 

Karena pernikahan nggak hanya sekedar permainan, tapi juga butuh yang namanya persiapan dan kemantapan

Yakin udah bisa ngatur diri? Mending intropeksi lagi, daripada kesusahan nanti
Yakin udah bisa ngatur diri? Mending intropeksi lagi daripada kesusahan nanti – Image Source: miner8.com

Untuk setiap dari kita yang menjalani pernikahan, pasti selalu ada aja harapan bahwa pernikahan yang nantinya dijalankan bukan hanya sekedar pernikahan yang melintas dalam waktu singkat saja, tetapi juga akan menjadi pernikahan yang pertama, sekaligus yang terakhir sampai menutup usia.

Pastinya akan sangat diperlukan sikap yang bijak, teliti, dan hati-hati dalam memilih dan menentukan si dia yang akan menikah denganmu kedepannya. Karena pilihanmu saat ini yang akan menentukan menjadi pasangan hidupmu nantinya.

Kalau sekiranya pernikahan yang kamu laksanakan cenderung terburu-buru dalam prosesnya, maka akan sangat bisa beresiko buruk pada kelangsungan setelahnya.

 

Ingat, pernikahan itu bukanlah suatu lomba lari, jadi kamu tak perlu terburu-buru dalam memulainya

teman ibadah dalam pernikahan
Kamu bisa selesai dulu dengan diri sendiri, baru mulai mencari mana pasangan sejati yang akan menjadi teman ibadah nanti – Image Source: plus.google.com

Menurut salah seorang konselor dan pakar dari Love and Relationship Coach, tidak sedikit dari para wanita yang terlalu cepat dalam mengambil keputusan untuk menikah, hanya karena masalah tuntutan usia, tekanan di dalam keluarga, maupun masyarakat disekitarnya.

Yang lebih parah lagi adalah, ketika seorang wanita sudah mengetahui alasan kesehatan yang semakin besar kemungkinannya, ketika sudah berada di atas usia 30 tahun.

Nah, hal inilah yang membuat mereka khawatir, dan langsung mengambil keputusan tanpa berfikir, dan cendrung jadi terburu-buru dalam melangsungkan ritual suci yang satu ini.

Padahal, memperjuangkan pilihan yang tepat dan cermat, adalah salah satu faktor yang harus dipertimbangkan secara matang dalam memilih pasangan, toh alasan pernikahan jauh lebih baik dan lebih penting untuk dipertimbangkan, dibandingkan semua alasan-alasan sebelumnya.

 

Memikirkan kembali sekaligus memantapkan hati, dalam memilih si dia yang akan menjadi teman ibadahmu sampai akhir hayat nanti

menentukan-pasangan-sejati-dalam-pernikahan
Setelah sudah yakin dengan teman ibadah yang kamu pilih, berdoalah kepada yang maha Ilahi agar diberikan jalan yang terbaik dalam persatuan janji sucinya nanti – Image Source: instagram.com @ressarere

Akan lebih baik terlambat menikah, asalkan kamu bisa bahagia dan mendapatkan pilihan jodoh yang tepat untuk sebuah pernikahan abadi sampai akhir hayat nanti.

Daripada cepat menikah karena alasan terburu-buru dan sudah waktunya. Namun malah berujung perceraian, dan berakhir penyesalan karena telah memilih pasangan yang tidak tepat.

Jadi, buat kamu yang masih belum menikah, kamu tidak perlu berkecil hati, karena yang terbaik pasti akan datang di waktu yang terbaik pula.

Pastikan kamu tidak salah dalam memilih dan menentukan siapa yang pantas untuk menjadi pasangan sejati dalam hidupmu, supaya kamu bisa meraih kebahagiaan dalam pernikahan yang sesungguhnya di masa depan nanti.

Sambil menunggu pasangan sejati datang menghampiri, alangkah baiknya kamu terus memperbaiki diri dan berdoa kepada yang Ilahi, karena Ialah yang sesungguhnya sang pemilik hati.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY