Sapi bali atau yang dikenal dengan nama latinnya Bos sondaicus merupakan sapi yang terdapat di wilayah Jawa, Lombok, dan Bali.

Masyarakat Indonesia, sejak dahulu kala sudah menjadikan sapi bali sebagai hewan ternaknya.

Sapi bali merupakan hewan asli Indonesia, yang dahulunya merupakan seekor banteng yang mengalami beberapa perubahan karena pengaruh persilangan antara sepsiesnya dengan jenis sapi yang lain.

Ciri-ciri dari sapi bali persis seperti banteng, dengan ciri yang untuk sapi jantan memiliki warna hitam, sedangkan untuk yang sapi betina berwarna sawo matang kemerah-merahan.

Di Pulau Bali, jenis sapi ini bukan hanya dimanfaatkan untuk produksi daging saja, tetapi dimanfaatkan juga untuk membajak sawah, menarik gerobak, dan sebagai sumber pupuk alami pertanian menggunakan ampas dari kotorannya.

Selain itu, jenis sapi ini juga sering dimanfaatkan oleh masyarakat hindu di Bali untuk upacara keagamaan sebagai lambang pembersihan diri.

Begitu pula populasi sapi bali di Indonesia yang bisa dibilang sangat baik karena masih banyak yang membudidayakannya, terutama di wilayah asalnya yaitu Bali.

Banyak sekali pembudidaya sapi potong yang membudidayakan jenis sapi bali, hal ini karena sapi bali memiliki tulang yang kecil namun memiliki daging yang begitu tebal.

Daging sapi bali memiliki tingkat persentase yang berlebih jika dibandingkan dengan sapi jenis lainnya, contohnya sapi Jawa.

Sapi bali sangat cocok sekali untuk usaha penggemukan sapi potong, namun kamu juga harus tahu bagaimana cara menggemukan sapi bali tersebut.

Nah dibawah ini ada beberapa langkah dan cara bagaimana menggemukan sapi bali, langsung simak aja yuk..

 

Pemilihan Bakalan Sapi

cara memilih bakalan sapi
500px.com

Memilih bakalan sapi bali haruslah jeli, karena banyak sekali jenis sapi yang memiliki tubuh yang kurang sehat maupun cacat.

Nah, cara untuk memilih bakalan sapi unggulan adalah, coba lihat pada bagian hidungnya, dan pastikan tidak terdapat lendir pada hidung sapi.

Pastikan juga kuku sapi tidak panas saat kamu raba. Selain itu, pilihlah juga sapi yang tidak mempunyai permasalahan pada duburnya.

Memilih bakalan sapi unggul untuk penggemukan haruslah sapi jantan, dengan umur 1-2 tahun dengan memiliki bentuk badan panjang dengan kaki pendek serta memiliki dada lebar dan dalam.

Ciri-ciri diataslah yang merupakan standar pemilihan bakalan sapi bali yang cocok untuk proses penggemukan.

 

Kandang Untuk Keraman Sapi

Kandang keraman sapi
500px.com

Pastikan terlebih dahulu kandang sapi telah siap, atau setidaknya telah diperbaiki dan layak untuk tempat nantinya, tentunya sebelum membeli bakalan sapi.

Buatlah satu kandang hanya untuk satu sapi saja, walaupun sekirannya hanya dengan ukuran yang minim.

Mengapa? Hal ini dikarenakan supaya tidak terjadi persaingan antara satu sapi dengan sapi yang lainnya.

Selain itu, carilah tempat yang tidak dekat dengan pemukiman masyarakat, supaya sapi tidak terlalu stres dengan lingkungan sekitarnya.

Ada satu lagi nih, untuk tata letak kandangnya kalau bisa yang mudah untuk dijangkau dengan baik, sehingga proses penggemukannya tidak ada masalah ataupun kendala.

 

Pemberian Pakan Sapi

Pakan sapi
500px.com

Dalam proses penggemukan sapi, kamu harus sangat memperhatikan kualitas pakannya. Mengapa? Karena akan penting sekali, supaya pertumbuhan sapi tepat sesuai yang diharapkan.

Diantaranya ada 2 jenis pakan sapi yang sangat baik untuk penggemukan, yaitu pakan hijau dan pakan olahan.

Untuk pakan hijau meliputi rumput benggala, rumput raja, rumput gajah, dan dan jenis rumput hijau lainnya.

Nah, jenis pakan yang kedua adalah pakan olahan atau konsentrat, contohnya seperti bekatul, gaplek, ataupun obat konsentrat khusus untuk penggemuk sapi.

Untuk pemberian pakan minimal 3 kali sehari, dan usahakan untuk menggunakan pakan olahan minimal satu kali sehari. Serta, lebih memperbanyak pakan hijaunya.

 

Tahap Panen Sapi

sapi
pixabay.com

Panen sapi bali pada umumnya sama halnya dengan sapi yang lainnya, yaitu minimal 6 bulan. Yang mana setiap harinya pun permintaan akan daging sapi terus meningkat.

Solusinya adalah penggemukan sapi bali, karena merupakan salah satu faktor yang dapat membantu untuk pasokan daging sapi di pasaran.

Namun, jika belum 6 bulan bulan sapi tersebut sudah sesuai dengan target yang dicapai, maka kamu bisa menambah penggemukannya di sisa waktu tersebut, supaya bobot sapi bisa melebihi target yang diharapkan.

Nah, supaya lebih maksimal dan nggak bingung, kamu bisa nonton video berikut ini untuk mempercepat penggemukan sapi kamu yah 😆

LEAVE A REPLY