Ibu dan bayi

Di dalam dunia pernikahan, mendapatkan keturunan yang soleh dan solehah adalah tujuan yang paling dinantikan.

Maka pastinya kedua orang tua akan sangat berbahagia karena lahirnya seorang insan yang telah dianugerahkan Allah subhanahu wata’ala.

Nah tentunya segala hal yang diperlukan akan dipersiapkan yang terbaik untuk menyambut kelahiran sang buah hati.

Tidak lupa juga diantaranya, kehadiran suami yang akan segera menjadi seorang ayah untuk mendampingi istrinya ketika proses melahirkan.

Ironisnya, terkadang para suami masih takut untuk menemani perjuangan seorang istri dalam melahirkan sang buah hati. Alih-alih menemani, mayoritas dari para suami hanya berani menanti-nanti lahirnya si bayi.

Yaa walaupun suami terkadang terbatas karena masalah kondisi, dan tidak bisa menemani sang istri. Namun upayakanlah agar tidak melewatkan momen istimewa yang satu ini, karena disini kejantanan kamu akan diuji. Hihi 🙂

Selain itu, ternyata hanya dengan kehadiran seorang suami disamping sang istri, hal tersebut akan sangat membantu proses bersalinnya sang bayi. Daripada penasaran, yuk cari tahu ulasannya berikut ini..

 

Manfaat Menemani Istri Ketika Melahirkan

#1 – Menjadi Penyemangat Bagi Istri

Proses melahirkan bukanlah hanya sekedar berusaha agar sang buah hati lahir ke dunia. Tetapi yang dikatakan melahirkan adalah, perjuangan lahir batin seorang wanita dalam memperjuangkan kelahiran sang bayi.

Wisata Bogor
Wisata Bogor
Wisata Bogor

Begitu pula rasa sakit yang dirasakan oleh sang bunda, bisa dibilang tak ada yang bisa menggambarkannya.

Ada sebuah kiasan yang menggambarkan, rasa sakit yang bisa diterima oleh tubuh manusia rata-rata hanya bisa menahan 45 del saja. *satuan rasa sakit

Sedangkan, ketika seorang ibu sedang dalam proses melahirkan, ternyata rasa sakit yang dirasakan mencapai tingkat 57 del, atau setara layaknya 20 tulang yang patah secara bersamaan.

Nah, kira-kira lebih sakit mana ketika seorang wanita melahirkan, atau ketika laki-laki ketendang adik kecilnya? Penasaran jawabannya? Berikut penjelasannya..

Udah tau sekarang mana yang lebih sakit? Nah, diluar dari itu semua. Tetap, perjuangan seorang ibu ketika melahirkan kamu tak akan pernah bisa digantikan dengan apapun yang ada di dunia.

Karena itulah Allah subhanahu wata’ala menjanjikan syurga bagi para syahidah yang meninggal ketika sedang melahirkan.

Sebagaimana yang sudah dijelaskan Allah di dalam Al-Qur’an, “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah pula. Mengandungnya dengan menyapihnya adalah tiga puluh bulan….” (Al-Ahqaf: 15)

Karena itulah peran suami ketika menemani istri di kala melahirkan akan sangat membantu dan menambah semangat istri dalam menghadapi rasa sakit yang dialami.

 

#2 – Mendoakan dan Memaafkan Sang Istri

Tak hanya secara fisik, kondisi psikis sang istri juga akan sangat mempengaruhi ketika proses melahirkan.

Apabila seorang perempuan yang perasaannya tenang, serta ruhiyahnya juga terjaga, maka tentunya proses ketika menjalani persalinan juga akan lebih mudah.

Selain itu, dengan do’a dan kata-kata pengibur dari suami ketika sedang menemani istri saat menanti kelahiran sang bayi, tentu hal tersebut akan sangat membantu ketenangan hati sang istri.

Buat kamu yang juga terkadang khilaf, kamu juga bisa menjadikan detik-detik ini sebagai momen untuk memaafkan semua kesalahan istri, sehingga tidak ada lagi jarak ataupun perasaan tidak enak yang yang menghalangi keberkahan Sang Ilahi.

 

#3 – Menjadi Pengingat Perjuangan Istri

Seperti yang disabdakan oleh Nabi..

Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata: “ Suatu saat ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW, lalu bertanya..

“Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk kupergauli dengan baik?” Rasulullah menjawab : “ Ibumu”, kemudian pria itu kembali bertanya, lalu siapa? Rasulullah menjawab: “ Ibumu”, kemudian siapa? Rasulullah menjawab: “Ibumu”.

Dan ia melanjutkan, kemudian siapa? Rasulullah menjawab: “Bapakmu” (HR. Al-Bukhari no. 5971)

Tafsir dari hadist ini kemudian dijelaskan oleh Ibnu Baththal, ia mengatakan, “Yang demikian itu diperoleh karena kesulitan yang didapatkan ketika mengandung, kemudian melahirkan, lalu menyusui. Tiga perkara itu dialami sendiri oleh seorang ibu, dan ia merasakan kepayahan karenanya.”

Nah jadi, dengan melihat secara langsung kesusahan sang istri ketika melahirkan, insyaallah hal tersebut juga dapat dijadikan sebagai pengigat para suami betapa besarnya pengorbanan seorang istri terhadap kelahiran sang buah hati.

Sehingga nantinya, ia akan selalu senantiasa memuliakan ibudanya, begitu pula dengan istri tercintanya.

 

#4 – Mendapatkan Momen Menggendong & Mengadzankan Buah hati

Nah agar lebih berkah, diantara ada juga sunnah yang bisa seorang ayah lakukan terhadap sang bayi ketika baru lahir, yaitu mengadzankannya.

Seperti yang disebutkan di dalam hadist, Abu Rafi meriwayatkan: “Aku melihat Rasulullah SAW mengadzani telinga Al-Hasan ketika dilahirkan oleh Fatimah.” (HR. Abu Daud, At-Tirmizy dan Al-Hakim)

Begitu juga dengan momen istimewa ketika si kecil baru lahir.

Ketika sang ayah menemani istrinya melahirkan, maka momen kedekatan antara si bayi dan orang tuanya pun bisa langsung terjalin, yakni dengan cara menggendongnya.

Tindakan ini dalam dunia psikologi sangat bagus dampaknya untuk si bayi, yaitu untuk memperkuat emosi antara anak dan orang tua.

Nah mungkin kamu pernah menemukan, hubunga antara anak dan orang tuanya kurang baik. Hal ini bisa menjadi salah satu penyebabnya. So, kamu mau pilih yang mana?

 

#5 – Menenangkan Istri Kalau Sekiranya Terjadi Sesuatu

Kemungkinan hal-hal yang terjadi diluar prediksi bisa saja dialami setiap ibu yang hendak melahirkan.

Misalnya terjadi banyak pendarahan, atau sang bayi mengalami kelainan sehingga harus segera diambil tindakan medis yang lebih lanjut.

Nah, keberadaan sang suami di sisi istrinya, bisa menurunkan tingkat kepanikan dari sisi psikologi, dan  juga bisa memudahkan bermusyawarah untuk mengambil keputusan.

Selain itu, tentu saja kehadiran sang suami akan memberikan dampak yang signifikan, dan membuat istri menjadi lebih tenang karena merasa ada yang ‘bertanggungjawab’, serta mengatasi masalah-masalahnya.

Karena proses bersalin tidak semudah kedengarannya, ada baiknya kamu mulai menyusun strategi bersama sang istri, agar berlangsungnya momen istimewa nanti bisa menjadi detik-detik yang membawa berkah pada Ilahi.

So, masih nggak mau menemani istri ketika sedang melahirkan si bayi?

LEAVE A REPLY