Kisah Nabi Ayub
i.ytimg.com

Sering kali kita beranggapan ketika kita ditimpa atau didatangkan kesulitan maka kita sedang mendapat musibah ataupun cobaan dari Allah SWT.

Jarang sekali kita mengatakan bahwa nikmat yang Allah berikan itu sebenarnya juga merupakan ujian darinya.

Beberapa diantara kita yang sanggup menghadapi ujian tersebut, dan ada pula yang tegar dan sabar dalam menghadapinya.

Namun, tidak sedikit pula yang jatuh kedalam kelanaan dunia yang hanya sementara ini.

Allah mencintai para hamba-hambaNya dengan cara yang unik dan berbeda-beda pada setiap makhluknya.

Berdzikir
sifaloveshijab.com

Apabila semakin tinggi ketakwaan seorang hamba, semakin unik pula cara Dia mencintainya. Salah satunya adalah Nabi Ayub As.

Nabi Ayub adalah seorang yang memiliki harta kekayaan yang berlimpah, istri-istrinya yang cantik jelita, hewan ternak yang sehat dan beranak-pinak, serta tanah yang sangat amat luas.

Ia hidup dalam kebahagiaan dengan istri-istrinya tanpa kurang suatu apa pun. Yang lebih penting lagi dalam kemakmurannya itu, nabi Ayyub As tetap menjadi seorang hamba Allah yang saleh, taat dan kuat dalam ibadahnya.

Masyarakat di sekitarnya banyak yang memuji nabi Ayub karena kesuksesannya, ketaatannya dalam beribadah, ketekunannya dalam berdakwah, dan rasa cintanya kepada Allah SWT. Demikian pula istrinya yang bernama Rahmah.

Wisata Bogor
Wisata Bogor
Wisata Bogor

Ibarat pepatah mengatakan, semakin tinggi dan besar seorang hamba, semakin besar pula ujian yang akan diterima olehnya. Begitupula dengan pohon, semakin tinggi pucuknya, maka semakin dahsyat pula tiupan angin yang akan menerpanya.

Demikian pula nabi Ayub, karena ia adalah seorang nabi yang memiliki iman di atas rata-rata, maka tingkat ujiannya pun juga pastinya lebih berat pula.

Sekalipun demikian, Allah SWT tidak akan menimpakan suatu musibah terhadap seseorang, melebihi batas kemampuan orang tersebut untuk menerimanya.

Seperti yang disebutkan di dalam kalamnya:

“Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan batas kemampuannya.” (Al Baqarah : 287)

gadventures.com
gadventures.com

Suatu ketika disaat para malaikat sedang membicarakan tentang  manusia dan sejauh mana mereka beribadah kepada Allah. Salah satu di antara mereka berkata: “Tidak ada di muka bumi, seorang yang lebih baik daripada Nabi Ayub”.

Beliau adalah orang mukmin yang paling sukses, orang mukmin yang paling agung keimanannya, yang paling banyak beribadah kepada Allah SWT, bersyukur atas nikmat-nikmatNya, dan selalu berdakwah di jalanNya.”

Ketika waktu yang bersamaan iblis mendengarkan apa yang dikatakan oleh para malaikat dan ia merasa terganggu dengan hal tersebut.

Kemudian ia pergi menuju ke nabi Ayub dalam rangka untuk berusaha menggodanya, tetapi tak ada daya.

Nabi Ayub As adalah seorang nabi yang di mana hatinya dipenuhi dengan ketulusan dan kecintaan kepada Allah SWT, sehingga iblis tidak mungkin mendapatkan jalan untuk mengganggunya.

incolors.club
incolors.club

Ketika sang Iblis telah berputus asa dari mengganggu Nabi Ayub As, ia berkata kepada Allah SWT:

“Ya Rabbi, hamba-Mu Ayub sedang menyembah-Mu dan menyucikan-Mu.”

Namun ia menyembah-Mu bukanlah karena cinta, melainkan ia menyembah-Mu karena kepentingan-kepentingan tertentu.

Ia menyembah-Mu sebagai balasan kepada-Mu karena Engkaulah yang telah memberikannya harta dan anak, dan Engkau telah memberinya kekayaan dan kemuliaan.

Sesungguhnya ia hanya ingin menjaga hartanya, kekayaannya, dan anak-anaknya. Seakan-akan berbagai nikmat yang Engkau karuniakan padanya adalah rahasia dalam ibadahnya.

Ia takut kalau segala yang dimilikinya akan binasa dan hancur. Oleh karena itulah ibadahnya dipenuhi dengan hasrat dan rasa takut.

Yang di dalamnya bercampur antara rasa takut dan tamak, dan bukan ibadah yang murni karena cintanya kepada-Mu.”

Dalam riwayat tersebut pula dikatakan bahwa Allah SWT berkata kepada iblis:

“Sesungguhnya Ayub adalah hamba yang mukmin dan sejati keimanan-nya. Ayub jugalah yang menjadi teladan dalam keimanan dan kesabaran.

Sesungguhnya ia adalah hamba­Ku yang sangat taat kepada-Ku, ia adalah seorang mu’min yang sejati.

Apa yang ia lakukan untuk mendekatkan diri kepada-Ku adalah semata­-mata karena didorong oleh imannya yang teguh, kuat, dan taat yang bulat kepada-Ku. 

Iman dan taqwanya takkan tergoyah oleh perubahan keadaan duniawi semata. 

Cintanya kepada-Ku dan kebajikannya tidak akan menurun ataupun menjadi berkurang walau ditimpa musibah apapun yang melanda dirinya dan hartanya.

la yakin bahwa siapa yang ia miliki adalah pemberian-Ku, yang kalau sekiranya sewaktu-waktu dapat Aku cabut daripadanya, atau menjadikannya berlipat ganda. la bersih dari segala tuduhan dan prasangkamu.

Engkau tidak rela melihat hamba-hamba-Ku anak cucu Adam berada di atas jalan yang lurus. Untuk menguji keteguhan hati Ayub dan keyakinannya pada takdirKu, Kuizinkan kau untuk menggoda dan memalingkannya dirinya dariKu. 

Kerahkanlah pembantu-pembantumu untuk menggoda Ayub melalui harta dan keluarganya.

Cerai beraikanlah keluarganya yang rukun damai sejahtera itu, dan lihatlah sampai dimana kemampuanmu untuk menyesatkan hamba-Ku, Ayub itu.”

Akhirnya iblis pergi dan mendatangi tanah Nabi Ayub dan berbagai tanaman, serta segala kenikmatan yang dimilikinya.

Kisah nabi ayub dan iblis
pz-c-us.blogspot.com

Seluruh kebun dan tanahnya yang dahulunya subur, kini menjadi kering dan terbakar. Binatang ternaknya terserang wabah yang Kemudian membuatnya mati, iblis telah menghancurkan semua yang dimiliki olehnya.

Keadaan Nabi Ayub pun berubah dari puncak kekayaan ke puncak kefakiran. Setelah itu iblis menunggu apa tindakan yang akan nabi Ayub lakukan.

Namun nabi Ayub As hanya berkata: “Alhamdulillah, sungguh musibah ini hanya dari Allah SWT yang menentukan. Tiada yang bisaku lakukan karena semua ini adalah milik-Nya.

Aku harus mengembalikan kepada-Nya semua amanat yang ada di sisi kami di mana Dia saat ini mengambilnya. Allah SWT telah memberi kami nikmat selama beberapa masa.

Maka segala puji bagi Allah SWT atas segala nikmat yang diberikannya, dan Dia mengambil dari kami pada hari ini nikmat-nikmat itu. Bagi-Nya pujian sebagai Pemberi dan Pengambil. Aku dalam keadaan ridha dengan keputusan Allah SWT.

Dia-lah yang mendatangkan manfaat dan mudharat. Dia-lah yang ridha dan Dialah yang murka. Dia adalah Sang Penguasa.

Dia pula memberikan kerajaan kepada siapa yang di kehendaki-Nya, dan mencabut kerajaan dari siapa yang dikehendaki-Nya, Dia memuliakan siapa yang dikehendaki-Nya dan menghinakan siapa yang dikehendaki-Nya.”

Kemudian Nabi Ayub bersujud, dan Iblis tampak tercengang melihat pemandangan yang ia saksikan tersebut.

zeendo.com
zeendo.com

Melihat semua itu Iblis menjadi kecewa dan marah. Lalu ia kembali kepada Allah SWT dan berkata:

“Ya Allah, jika Ayub tidak menerima nikmat kecuali dengan mengatakan pujian, dan tidak mendapatkan musibah kecuali mendapatkan kesabaran, maka hal itu sebagai bentuk usahanya karena ia mendapatkan anak.

Ia mengharapkannya dengan melalui mereka, kekayaan yang meningkat, dan melalui merekalah ia dapat menjalani kehidupan yang lebih mudah.”

Disebutkan pula dalam Riwayatnya yang mengatakan bahwa Allah SWT memperbolehkan baginya untuk berbuat apa saja yang ia kehendaki kepada anak-anak Ayub As.

Setelah itu ia datang menuju rumahnya nabi ayub dan mengguncangkan rumah yang di sana terdapat anak-anaknya yang sedang berada di dalamnya, sehingga mereka semua terbunuh.

Dalam keadaan demikian, Nabi Ayub berdialog kepada Tuhannya dan menyeru: ” Sungguh Maha Suci Allah, hanya Ialah yang Maha Memberi dan yang Maha Mengambil.

Maka bagi-Nya pujian saat Dia memberi dan mengambil, saat Dia murka dan ridha, saat Dia mendatangkan manfaat dan mudharat.” Kemudian Nabi Ayub As pun bersujud dan lagi-lagi iblis tampak tercengang dan merasa malu.

Tidak cukup sampai disitu, kemudian Iblis datang kepada Nabi Ayub AS dengan menyamar sebagai orang tua.

daily.rabbit.co.th
daily.rabbit.co.th

Iblis pun berkata, “Begitukah balasan Tuhan-Mu atas ketaatan dan kekhusyukan dalam ibadahmu? Kau memuji-muji keagungan-Nya dengan tak henti-henti, tetapi apa yang kamu dapatkan? Hanya bencana dan kesengsaraan.” Tanya Iblis.

“Ialah yang Maha Memberi, dan Ia pulalah yang Maha Mengambil. Ialah yang menghidupkan, dan Ia juga yang mematikan.” jawab Ayyub.

Iblis menjadi marah karenanya dan ia kembali menemui Allah SWT.

Iblis mengatakan kepada Allah SWT bahwa nabi Ayub dapat bersabar karena badannya yang sehat.

“Ayyub tetap taat kepada-Mu karena dia sehat. Kalau dia sakit parah, sehingga lenyap tenaga dan kesehatannya, pasti dia akan berpaling dari-Mu.”

“Seandainya Engkau memberikan kekuasaan kepadaku ya Rabbi untuk mengganggu badannya, niscaya dia akan berhenti dari kesabarannya.”

Di dalam riwayat disebutkan bahwa Allah SWT mengizinkan iblis untuk mengganggu tubuh Nabi Ayub As.

Sehingga nabi Ayub As mengalami sakit kulit yang di mana tubuhnya membusuk dan mengeluarkan nanah, bahkan istri-istrinya, para keluarganya dan sahabat-sahabatnya pun mengucilkan dirinya, kecuali salah seorang isterinya yang tetap setia menemaninya.

Semua orang tak ada yang mau menjenguk ataupun mendekati dirinya, dikarenakan bau tubuh nabi Ayub yang menjijikan, dan juga karena takut tertular akan penyakit tersebut.

Hanya Sayyidah Rahmah sang istrinya lah yang dengan sabar mendampingi nabi Ayub As, merawatnya dengan baik. Penyakit bernanah yang penuh dengan ulat dicuci olehnya setiap hari.

Padahal semua orang yang lewat harus mendekap hidungnya, karena tak kuat mencium bau busuk yang dikeluarkan oleh tubuhnya.

Akhirnya sampailah penderitaan nabi Ayub pada puncaknya. Orang-orang disekitarnya berduyun-duyun mendatangi rumah nabi Ayub As, dan dengan paksa dan disertai ancaman, mereka mengusir Ayub As dan istrinya supaya segera keluar dari kampung mereka.

Dengan susah payah sang istri tercintanya lah membawa Nabi Ayub As keluar dari kampungnya, dan tinggal di sebuah gubuk kecil yang terpencil di tepi hutan.

wordpress.com
wordpress.com

Setiap hari Sayyidah Rahmah pergi keluar untuk menjual sisa-sisa barang miliknya untuk di tukarkan dengan makanan, sampai akhirnya seluruh sisa barang yang dimilikinya telah habis dan tidak ada satupun yang tersisa.

Dalam keadaan kelaparan, Sayyidah Rahmah kemudian mencari pekerjaan. Ia diterima disebuah pabrik roti yang ada di daerahnya.

Namun, ketika diketahui bahwa ia adalah istri dari nabi Ayub As, si pemilik pabrik roti tersebut langsung memecat dirinnya, dikarenakan takut kalau nantinya roti yang ia jual tidak ada yang laku.

Walaupun segala yang ia miliki telah tiada dan dikucilkan oleh penduduk di sekitarnya, nabi Ayub As tetap sabar dalam menghadapi cobaan yang datang.

Melihat hal tersebut, amarah Iblis semakin meningkat. Namun ia sudah tidak mengetahui hal apa yang harus dilakukannya.

Jin
walldevil.com

Di sini Iblis mengumpulkan para penasihatnya dari pakar-pakar di kaumnya.

Ia menceritakan tentang kisah nabi Ayub As, dan meminta mereka mengeluarkan pendapat-pendapat mereka.

Setelah ia menyampaikan rasa putus asanya yang sangat untuk menggodanya sifat sabar dan syukur yang dimiliki oleh nabi Ayub As.

Salah seorang iblis diantaranya berkata: “Sungguh engkau telah mengeluarkan Adam bapak manusia dari surga, lalu darimana engkau mendatanginya?” tanya salah satu diantaranya.

“Oh, yang engkau maksud adalah Hawa?”  Kemudian terpikirlah suatu ide yang baru dalam pikirannya.

Lalu iblis pergi ke istri nabi Ayub As dan memenuhi hatinya dengan rasa putus asa.

Karena sudah merasa putus asa, Sayyidah Rahmah kemudian memotong rambutnya yang panjang nan indah untuk dijual, hanya sekedar untuk digunakan membeli sepotong roti.

mihanblog.com
mihanblog.com

Sesampainya dirumah, Sayyidah Rahmah langsung menemui nabi Ayub As. Betapa terkejutnya dan marah nabi Ayub As ketika melihat kepala istrinya yang telah di potong rambutnya untuk dijual.

Namun ia membalas dan berkata padanya: “Sampai kapan Allah SWT menyiksamu? Di mana harta, keluarga, teman dan kaum kerabat? Di mana masa jaya dan kemuliaanmu dahulu?”

Mendengar perkataan isterinya itu, Nabi Ayub menjawab: “Sungguh engkau telah dikuasai oleh iblis. Mengapa engkau menangisi kemuliaan yang telah berlalu dan anak yang telah mati?”

Istrinya pun berkata: “Mengapa engkau tidak berdoa kepada Allah agar Dia menghilangkan cobaan darimu dan menyembuhkanmu serta menghilangkan kesedihannmu?”

Nabi Ayub As membalas perkataan istrinya itu: “Berapa lama kita merasakan kebahagiaan?” Istrinya menjawab: “Delapan tahun”, dan kemudian nabi Ayub As berkata: “Berapa lama kita mendapat penderitaan?” Istrinya pun menjawab: “Tujuh tahun”.

Dan nabi Ayub melanjutkan perkataannya: “Aku malu jika aku meminta kepada Allah SWT supaya melepaskan penderitaanku ketika aku melihat masa kebahagiaanku. Sungguh imanmu tampak melemah dan keputusan Allah SWT telah membuat hatimu menjadi sempit”.

Bagaimana kalau seandainya kita yang ada pada posisi nabi Ayub As? Pastinya kita sudah tidak tahan lagi dan segera berdoa supaya segala musibah yang ditimpakan diangkat secepatnya oleh allah SWT.

Disebutkan pula dalam riwayatnya, para malaikat sudah tidak kuat melihat penderitaan nabi ayub yang sudah sedemikian parahnya.

Kalau sekiranya nabi Ayub As berdoa, para malaikat telah berbaris di langit untuk meng-aminkan doa yang dilantunkan olehnya.

Tapi apakah nabi Ayub As berdoa dengan meminta segala penyakitnya diangkat, kesulitannya dihilangkan, dan semua kenikmatannya dikembalikan? Tidak, nabi Ayub As hanya berdoa dengan menyindir Allah SWT.

statradar.net
statradar.net

Nabi ayub berdoa, “Ya Allah, sesungguhnya engkaulah yang maha mengetahui dan engkau tahu keadaanku saat ini, aku tahu engkaulah segala-galanya, dan yang Maha Penyayang diantara semua penyayang”

Seperti disebutkan dalam kitab suci Al-Qur’an. Allah berfirman:

“Dan (ingatlah kisah) Ayub ketika ia menyeru Tuhannya: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”.  Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya. (QS. al-Anbiya: 83)

Setelah beliau berdoa, maka Allah SWT mewahyukan kepadanya supaya menghentakkan kakinya ke tanah, dan tiba-tiba terpancarlah sebuah mata air di depannya.

Kemudian ia mandi daripadanya, lalu Ayyub sembuh dengan izin Allah ‘Azza wa Jalla.

Tidak ada satu pun luka dan penyakit yang didapat dan dirasakannya kecuali sembuh seluruhnya.

Nabi Ayub As juga meminum air ersebut, sehingga tidak ada satupun penyakit yang ada dalam tubuhnya kecuali keluar, dan dirinya kembali sehat seperti sedia kala sebagai orang yang rupawan.

mdig.com
mdig.com

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menghilangkan penyakit yang menimpa nabi Ayub As dan jasadnya kembali sehat. Ia jugalah memberikan kekayaan lagi kepadanya, mengembalikan harta dan anaknya.

Seperti disebutkan di dalam Al-Qur’an, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipatgandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.” (QS. Al Anbiyaa’: 84)

Karena Beliau telah bersumpah untuk memukul istrinya sebanyak seratus pukulan dengan tongkat ketika beliau sudah sembuh.

Allah SWT mengetahui bahwa beliau tidak bermaksud untuk memukul istrinya.

Namun, supaya beliau tidak sampai melanggar janjinya dan sumpahnya yang ia lakukan.

Maka Allah SWT memerintahkannya agar segera mengumpulkan seikat ranting dari bunga Raihan yang berjumlah seratus, dan hendaklah nabi Ayub As memukulkannya kepada istrinya dengan sekali pukulan.

Dengan demikian, beliau telah memenuhi sumpahnya, dan tidak termasuk berbohong.

Maha suci Allah yang telah menciptakan manusia semulia nabi Ayub As.

Ia tak pernah membenci Allah SWT dengan takdir yang ditentukannya, dan tidak pula ia merasa bahwa Tuhan yang dicintainya itu tak adil terhadapnya.

Semakin berat sakit yang ia terima, semakin setinggi itu pula cintanya Beliau kepada Allah SWT.

Semakin parah penyakitnya, semakin ia tersenyum.

Allah SWT dan para malaikat pun kan tersenyum oleh kesabaran lelaki mengagumkan itu.

Nabi Ayyub tetap ingat Allah dalam keadaan suka dan duka. Ketika dalam keadaan suka ia tetap mengingat dan mensyukuri nikmat-nikmat yang diberikan Allah.

Ketika dalam keadaan dukapun ia tetap sabar, ikhlas dan keimanan beliau malah semakin bertambah.

Terkadang musibah yang menimpa kita menandakan bukti akan cinta Allah SWT kepada kita.

Adab-berdoa

Musibah merupakan pertanda Allah kepada kita untuk kembali “mengingat-Nya”.

Allah juga tidak ingin kalau sekiranya kita menjadi orang lalai karena kenikmatan dunia yang hanya sementara yang telah diberikan oleh-Nya.

Maka dari itu sabar dan ikhlaslah dalam menghadapi cobaan yang datang dari Allah. Janganlah kamu merasa sedih ketika ada musibah dan jangan lalai ketika ada nikmat.

Sambutlah saat duka cita Sebagai karunia dari yang Maha Kuasa,
Karena suka maupun duka hanya Datang dariNya.
Bila itu datangnya dari Dia, Mengapa kita menolaknya?
Allah itu selalu menyertai dan mengawasi dimanapun kita berada.
Bila duka cita membawa manfaat, maka Ia memberi duka cita,
Bila suka cita membawa manfaat, Ia pun memberi kita dengan suka cita.
Kedua-duanya tidaklah kita peroleh selain dar kehendakNya,
Jangan bersedih karena duka duka yang ada,
Dan jangan lalai pula ketika adanya suka.

Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu dilindungi dan termasuk kedalam rahmat dan keberkahan Allah SWT. Serta bisa mengikuti bagaimana kesabaran dan syukurnya nabi Ayub As dalam setiap masalah yang datang.

“Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya).” (QS. Shad: 44)

LEAVE A REPLY