Keutanmaan Bulan Haram
nahuo9.com

Sungguh Maha suci Allah yang mengatur seluruh tatanan alam semesta ini dengan sangat teratur dan begitu detailnya, sehingga tak ada satupun daun yang jatuh dimuka bumi selain Dia mengetahuinya.

Ialah yang Maha Menciptakan, layaknya siang yang tak pernah sendirian, dan selalu diiringi dengan adanya malam.

Sehingga seluruh konsep akan penciptaan seperti waktu, sudah dapat berjalan secara semestinya.

Begitupula dengan dunia yang telah tercipta dari zaman dahulu, tak pernah sekalipun berjalan diluar batas yang telah ditentukan oleh-Nya, dan selalu berotasi dengan baik dan teratur.

Tidak hanya itu, Allah subhanahu wata’ala juga telah menciptakan waktu ketika masa penciptaan bumi dan langit, yang dimana dalam waktu tersebut terdapat satuan tahun yang kita kenal pula dengan 12 bulan.

seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya,

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. (QS. At-Taubah: 36)

Makna yang bisa kita pelajari dari ayat ini adalah, Allah subhanahu wata’ala telah mengajarkan kepada kita umat manusia bahwa, Dialah yang Maha Kuasa dan Maha memiliki segalanya.

Salah satunya adalah waktu, dengan satuan terbesarnya yang bernama tahun.

Seperti yang kita ketahui, pada satuan tahun ini terdiri dari dua belas bulan. Serta, penanggalannya yang terdiri menjadi dua, yaitu penanggalan Hijriyah dan Masehi.

Nah, konteks yang ada pada ayat tersebut tidak lain adalah penanggalan dalam bulan Hijriyah, yaitu bulan-bulan dalam islam.

Penanggalan Hijriyah tersebut dimulai dari bulan Muharram, Shafar, Rabi’ul Awwal, Robi’ul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rojab, Sya’ban, Ramadhan, Syawal, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah.

Sudah sepatunya bagi kita sebagai orang muslim, hendaknya lebih mengenal penanggalan yang ada dalam islam dibandingkan dengan penaggalan pada bulan Masehi.

Keutamaan bulan haram
multivu.com

Selain merupakan bagian dari agama kita, penanggalan dalam bulan Hijriyah dalam islam, juga menjadi warisan tersendiri dari para salafus shalih bagi kita seluruh umatnya.

Menurut konteks hadist yang ada, diantara dua belas bulan tersebut, terdapat di dalamnya bulan-bulan yang istimewa, yaitu bulan haram.

Bulan istimewa yang sudah menjadi umum di kalangan umat islam jumlahnya ada empat, dengan nama-nama bulannya yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. Serta Satu bulan lagi adalah bulan Rajab yang terletak diantara Jumadil akhir dan Sya’ban.

Makna dari haram disini bukanlah makna umum yang seperti kita ketahui, tetapi maksud dari haram-nya bulan istimewa ini akan lebih tepat jika disebut dengan suci, mulia, ataupun terhormat.

Sebagaimana kata haram yang dinisbatkan kepada salah satu masjid paling mulia, yaitu Masjidil Haram.

Masjidil Haram ini, adalah masjid yang sangat mulia, selain didalamnya terdapat Ka’bah al Musyarrafah, ibadah-ibadah yang dilakukan di dalamnya pun juga merupakan ibadah khusus yang tidak bisa dilakukan di tempat lain.

masjidil haram
arminarekaperdanasemarang.com

Misalnya seperti Tawaf, Sa’i, Rukun Yamani, menyentuh Hajar Aswad, berdoa di Multazam dan dan yang lain sebagainya.

Shalat yang dilakukan di dalam Masjidil Haram juga lebih baik, bahkan lebih utama shalatnya dibandingkan dengan shalat 100 ribu kali di tempat lain. Hal inilah yang menjadi kemuliaan besar dari Masjidil Maram tersebut.

Sebagaimana mulianya Masjidil Haram, empat bulan haram ini juga sangat mulia.

Diantara kemuliaan bulan ini adalah, lebih terjaganya umat muslim dari kemaksiatan, dan meningkatnya amal-amal shalih umat muslim.

Begitupula dengan kemaksiatan yang dilakukan pada bulan ini, maka dosanya juga akan lebih besar dibandingkan bulan lainnya. Namun, jangan lupakan pula amal kebaikan yang dilakukan di dalamnya, maka pahala yang diterima akan lebih besar pula.

Kita sebagai seorang muslim yang mengharapkan ridho-Nya, sudah sepantasnya untuk yang menjaga diri dari adzab api neraka, dan selayaknya berhati-hati ketika memasuki bulan haram.

Seperti yang disebutkan di dalam Al-Qur’an, Allah subhanahu wata’ala berfirman,

“..maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu”. (QS. At-Taubah: 36) 

Maksudnya adalah, jangan sampai kita berbuat maksiat kepada-Nya. Karena kalau kita melakukannya, maka akan mendapatkan dosa yang berlipat pula.

Misalnya apabila seseorang berbohong pada bulan Muharram, maka dosanya yang akan di dapat olehnya, akan lebih besar daripada berbohong di bulan Syawal.

Berbohong
Check out Another Awesome Pict in Our Site – iNewbiee™

Namun sebaliknya, apabila seseorang melakukan kebaikan pada bulan tersebut misalnya membaca Al Quran, maka pahalanya yang akan di dapatkan jug lebih besar daripada di waktu yang lain.

Untuk amalan pada bulan haram tidak ada amalan yang khusus, namun akan lebih baik kalau amal shalih yang biasa dilakukan, hendaknya benar-benar diajdwalkan supaya mendapat pahala yang berlipat pula.

Contoh amalan yang bisa ditingkatkan ketika datangnya bulan haram:

 

Istiqomah Dalam Menjalankan Shalat Fardhu

sholat fardhu
hanasuva.com

Usahakan untuk menjalankan shalat fardhu berjamaah terus-menerus di masjid.

Kalau sekiranyanya sudah terjaga dengan baik, maka usahakan untuk bisa terus berada di shaf pertama.

Jika sudah terbiasa berada di shaf pertama, maka usahakan untuk bisa mendapatkan takbiratul ihram dari imam, begitu seterusnya meningkat, dan meningkat.

Seperti keutamaannya yang ada di dalam hadist,

“Barangsiapa yang shalat karena Allah selama 40 hari secara berjama’ah dengan mendapatkan Takbiratul pertama (takbiratul ihramnya imam), maka ditulis untuknya dua kebebasan, yaitu kebebasan dari api neraka dan kebebasan dari sifat kemunafikan.” [HR. Tirmidzi]

 

Meningkatkan Shalat Sunnah

Shalat
islam.com

Cobalah untuk menjaga shalat tahajud dan witirnya di malam hari.

Kalau sudah bisa terjaga, maka rutinkan shalat sunnah rawatib, baik itu yang qobliyah maupun ba’diyah.

Jikalau sudah bisa pula, maka tambahkan lagi dengan shalat dhuha, dan demikian seterusnya.

Seperti yang disebutkan di dalam hadist arba’in, dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu ia berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla berfirman,

“Barangsiapa memusuhi wali-Ku, sungguh Aku mengumumkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada hal-hal yang Aku wajibkan kepadanya.

Hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya.

Jika Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan.

Jika ia meminta kepada-Ku, Aku pasti memberinya. Dan jika ia meminta perlindungan kepadaku, Aku pasti melindunginya.” (HR.Bukhari)

 

Memperbanyak Bacaan Al Quran

iNewbiee©
Check out Another Awesome Pict in Our Site – iNewbiee™ 

 

Membaca Al-quran adalah sarana untuk mendapatkan pahala yang mudah, namun jangan lupakan syarat dari membaca Al-quran itu sendiri.

Biasakaanlah untuk memperbanyak bacaan Al-quran ketika bulan haram tiba, kalau bisa lebihi bacaan Al-quran kita dari bulan-bulan yang sebelumnya.

Seperti yang disebutkan di dalam sabda Rasulullah salallahu alaihi wa sallam,

Dikatakan kepada para pembawa al Qur’an: “baca dan naiklah, serta tartilkan sebagaimana engkau telah mentartilkannya di dunia. Sesungguhnya kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.” (HR. Ahmad)

Maka semakin banyak ayat yang kita baca, semakin tinggi juga kedudukan kita di surga nantinya. Serta, akan semakin menjauhkan pula diri kita dari jurang api neraka.

 

Menambah Sedekah

Bersedekah
vk.com

Selain amalan yang berkaitan yang memiliki hubungan kita dengan yang Maha Segalanya, ada pula amalan-amalan yang berkaitan dengan hubungan kita terhadap sesama.

Kalau sekiranya kita mau menghitung dengan seksama. Malahan, amalan yang berhubungan terhadap sesama dalam keseharian itu lebih mendominasi pada ajaran Islam.

Aktifitas keseharian yang kita lakukan, kalau diperhatikan juga sangat banyak yang berinteraksi dengan sesama.

Nah makanya, peluang untuk beramal shalih yang berkaitan dengan hubungan dengan sesama, pastinya lebih banyak. Salah satunya adalah shadaqah.

Selain keutamaan pahalanya yang tak berhenti walaupun sudah meninggal, keutamaannya juga dilipat gandakan menjadi 700x, belum lagi akan mendapatkan lebih banyak jikalau kita melakukanya dengan ikhlas.

Sadaqah hendaknya menjadi budaya kita sebagai bekal akhirat . Ingatlah penyesalan orang fasik di akhiratnya, yaitu mereka minta dikembalikan ke dunia supaya bisa bersadaqah. Mereka melihat betapa agung pahala sadaqah.

Seperti yang disebutkan di dalam Al-qur’an, Allâh Azza wa Jalla berfirman:

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu.

Lalu ia berkata, “Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh.” [al-Munafiqun – 63:10]

Semoga Allah subhanahu wata’ala memudahkan kita semua untuk melakukan amal shalih, dan selalu menjaga hati, , pikiran, lisan, dan perbuatan kita dari hal-hal yang tidak diridhai oleh-Nya. Amiiin.

LEAVE A REPLY