Keutamaan bulan rajab
pinimg.com

Bulan Rajab adalah salah satu dari bulan-bulan yang spesial, yakni bulan haram.

Pada bulan haram ini pula merupakan bulan yang dimuliakan, layaknya bulan Ramadhan.

Keistimewaan bulan Rajab antara lain adalah dilarang keras untuk melakukan maksiat. Serta, diperintahkan pula bagi kita untuk banyak beramal shalih.

Dengan begitu, sudah tidak heran kalau sekiranya banyak sekali dikalangan masyarakat muslim yang melakukan banyak amal-amal ketaatan yang lebih pada bulan Rajab, termasuk menunaikan amalan sunnah di bulan Rajab, yaitu puasa rajab.

 

Bulan Rajab adalah Salah Satu Dari 4 Bulan Haram

Alquran
isikulkas.com

Sebagaimana bulan Muharram yang termasuk salah satu bulan haram, Bulan Rajab juga termasuk diantaranya, yang lebih tepatnya berada pada bulan Jumadal Akhiroh dan bulan Sya’ban.

Seperti yang disebutkan di dalam kitabnya, Allah subhanauhu wa ta’ala berfirman,

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram..” [QS. At Taubah: 36]


Wisata Bogor
Wisata Bogor
Wisata Bogor

Begitupula seperti yang dinyatakan oleh Ibnu Rajab, ia mengatakan,

“Allah Ta’ala menjelaskan bahwa sejak penciptaan langit dan bumi, penciptaan malam dan siang, keduanya akan berputar di orbitnya.

Allah pun menciptakan matahari, bulan dan bintang lalu menjadikan matahari dan bulan berputar pada orbitnya. Dari situ muncullah cahaya matahari dan juga rembulan.

Sejak itu, Allah menjadikan satu tahun menjadi dua belas bulan sesuai dengan munculnya hilal.

Satu tahun dalam syariat Islam dihitung berdasarkan perpuataran dan munculnya bulan, bukan dihitung berdasarkan perputaran matahari sebagaimana yang dilakukan oleh Ahli Kitab.” (Latho-if Al Ma’arif. 202)

Bulan rajab
alicdn.com

Sebagaimana pula yang dibahas mengenai 4 bulan yang disebutkan di dalam hadits dari Abu Bakroh, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan.

Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadal (akhir) dan Sya’ban.” [HR.Muslim no. 1679 dan Bukhari no. 3197].

 

Makna Bulan Haram

Makna bulan haram
abusiyaam.files.wordpress.com

Salah satu ahli hadist dan penulis kitab musnad yaitu Al Qodhi Abu Ya’la rahimahullah menjelakan perkataannya, “Makna yang dimaksud pada bulan haram”, antara lain adalah karena dua makna, yaitu:

  • Ketika bulan tersebut datang, maka diharamkan seluruhnya berbagai pembunuhan, yang mana orang-orang yang jahiliyyah ataupun non-islam pun meyakini-nya demikian.
  • Pada bulan tersebut, terdapat larangan untuk melakukan perbuatan yang haram, dan lebih ditekankan lagi kalau dibandingkan dengan bulan yang lainnya.

Alasannya adalah karena kemuliaan bulan tersebut. Begitupula pada bulan itu, ganjaran yang diterima akan sangat baik jikalau digunkanan untuk melakukan amalan salih.

Mengapa? Karena pada waktu-waktu tersebut adalah saat yang sangat baik apabila digunakan untuk melakukan amalan yang baik dan ketaatan kepada-Nya.

Sampai-sampai orang-orang terdahulu dan para salafus salih sangat suka untuk melakukan puasa ketika datangnya bulan haram.

Salah seorang tokoh ulama Sufyan Ats Tsauri mengatakan, “Pada bulan-bulan haram, aku sangat senang berpuasa di dalamnya.”

Bahkan para tokoh terdahulu seperti Ibnu Umar, Abu Ishaq As Sa’ibi dan Al Hasan Al Bashri suka untuk melakukan puasa pada seluruh bulan haram, yang bukan hanya ketika bulan Rajab atau salah satu dari bulan haram lainnya.

Namun, perlu diingat pula, kalau sekiranya dianjurkan bukan berarti mesti mengkhususkan amalan atau puasa lainnya pada hari-hari tertentu.

Seorang ahli sunni Ibnu Rajab Al Hambali berkata, “Hadits yang membicarakan keutamaan puasa Rajab secara khusus tidaklah shahih dari Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, begitu pula dari sahabatnya.” [Latho-if Al Ma’arif, 213].

 

Menurut Para Ulama Tentang Bulan Haram, Mana yang Lebih Utama?

Debat para ulama
theweek.co.uk

Ketika membahas tentang bulan mana yang paling utama diantara bulan yang lainnya, para ulama berselisih tentang pendapat mereka, yang sekiranya manakah di antara bulan-bulan haram tersebut yang lebih utama.

Diantaranya, ada ulama yang mengatakan bahwa bulan yang lebih utama adalah bulan Rajab, sebagaimana hal ini dikatakan oleh sebagian ulama Syafi’iyah.

Namun salah satu ulama besar Syafi’iyah, yaitu Imam Nawawi dan beberapa ulama Syafi’iyah lainnya melemahkan tentang pendapat ini.

Begitupula ada yang mengatakan bahwa yang lebih utama adalah bulan Muharram, sebagaimana yang dikatakan oleh Al Hasan Al Bashri tentang hal ini yang diperkuat oleh Imam Nawawi.

Adapula sebagian ulama yang lain mengatakan, bahwa yang lebih utama dari yang lainnya adalah bulan Dzulhijjah.

Ini adalah pendapat dari Sa’id bin Jubair dan beberapa ulama lainnya, yang juga dinilai kuat oleh penulis kitab Latho-if Al Ma’arif  halaman 203, yaitu Ibnu Rajab Al Hambali.

Kesimpulan
pexels.com

Dari beberapa pembahasan diatas, meskipun kita hanyalah makhluk fana dan tempatnya kesalahan.

Kita dapat mengambil kesimpulan yang intinya supaya sangat berhati-hati untuk melakukan maksiat pada bulan-bulan haram tersebut, dan lebih memperbanyak amal salih yang bisa menjadi ladang untuk kita nantinya.

Mengapa? Karena amal soleh dan kemaksiatan yang kita lakukan akan berlipat ganda menjadi lebih besar pada bulan-bulan tersebut.

Semoga allah subhanauhu wa ta’ala menjaga kita untuk tetap berada dijalannya yang lurus dan menjauhkan kita dari adzab api neraka, Amiin yaa rabbal alamin.

LEAVE A REPLY