jodoh

Menjalin sebuah hubungan memang bukan seperti menjalani permainan, apalagi kalau itu merupakan hubungan yang dewasa dan serius, sudah pasti tak akan semudah yang dibayangkan.

Akan banyak sekali problematika yang pastinya ditemui, termasuk diantaranya sikap posesif dari salah satu pihak.

Yup, selama ini posesif memang diyakini sebagai bukti atau suatu tanda sayang kepada pasangan.

Namun, tak sedikit juga dari mereka yang justru menyalahgunakan sikap posesif ini, dan justru malah menjadi posesif yang membelenggu dan sangat mengganggu. Mengekang dan menguntit secara berlebihan segala aktivitas pasangan.

Sudahlah, jika kalian memang ditakdirkan untuk menjadi pasangan sejati, maka takdir itu takkan salah ketika mempersatukan kalian dengan janji suci.

 

Sadarkah Kamu Kalau Sebenarnya Tidak Ada Pasangan yang Mau Dikekang dan Diatur Secara Berlebihan. Cukup Sewajarnya Saja. Tak Lupa Juga, Setiap Dari Mereka Memiliki Privacy, dan Dunianya Sendiri-Sendiri

dunia imajinasi
500px.com

Jika kalian menyadari bahwa hubungan ini telah sampai pada tingkat yang dewasa, sudah seharusnya kalian juga tahu bahwa setiap pasangan memiliki peranannya masing-masing, termasuk juga privacy.

Meskipun durasi pertemuan kalian juga sudah tak bisa dibilang sebentar, namun tak ada salahnya juga bukan kalau kalian memberikan kesempatan bagi pasangan untuk menikmati kehidupan yang seharusnya memang menjadi haknya.

Memeriksa handhpone atau mengetahui password email itu sah-sah saja, tetapi kalian juga harus mengetahui batasan di mana ia juga punya ruang terlapang untuk dirinya sendiri.

 

Terus Menerus Mengekang Hanya Akan Menimbulkan Rasa Bosan dan Kekesalan, Lama-Kelamaan Hubungan Kalianlah yang Malah Dipertaruhkan

putus cinta
instagram.com @zsalsadil

Dari banyaknya kriteria pasangan, kebanyakan dari mereka adalah sosok yang risih dengan berbagai aturan ataupun kekangan yang justru sangat mengganggu.

Banyaknya larangan ini dan itu, tak jarang juga malah membuahkan amarah yang bisa juga berujung pada rasa dendam yang berlebihan pada pasangannya sendiri.

Bayangkan saja bagaimana jika tabungan amarah itu terus berangsur-angsur dan tumbuh menjadi perasaan tak suka, hingga mengakhiri hubunganlah yang menjadi solusinya.

 

Jika Posesif Secara Berlebihan Itu Diharuskan, Lantas Apakah Kamu Lupa Kalau Masing-Masing Tujuan Hidup Kalian Berdua Harus Segera Diwujudkan?

hubungan
500px.com

Ingat, menjadi sepasang kekasih bukan berarti kalian akan memiliki hak penuh atas hidup pasangan.

Justru cita-cita dan tujuan hidup yang berbeda itulah yang menjadi sumber kekuatan hubungan kalian, untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius dan meyakinkan.

Disamping itu, takdir hidup kalian juga sudah berbeda, yakni menjadi pria dan wanita yang tentunya juga memiliki peranannya masing-masing dalam menjalani kehidupan.

Tak perlu risau berlebihan, cukup buatlah komitmen secara pasti mengenai peranan-peranan tadi, sampai kalian menemukan apa itu artinya saling menghargai.

 

Merasa Benar-Benar Memiliki Seutuhnya Itu Memang Membahagiakan. Tapi Apakah Kamu Tega Melangkahi Keluarga, Sahabat, dan Lingkungannya Demi Keegoisan Semata?

Bahagia itu ketika bersama teman teman
instagram.com

Kamu seharusnya paham betul bahwa pasanganmu itu terlahir dari sebuah keluarga, dan terbentuk dari sebuah lingkungan yang lebih dulu ia temui, jauh sebelum bertemu denganmu.

Ia juga punya kewajiban untuk menyambangi orang-orang tersayang selain dirimu.  Membahagiakan teman, keluarga, dan lingkungannya dengan caranya sendiri, serta memberikan yang terbaik bagi mereka yang telah berjasa di sepanjang usianya.

Di sini, keharusan menjadi pasangan yang bijak akan menjadi pekerjaan rumah terberat bagimu, demi perjalanan hubungan masa depan yang masih panjang, dan yang diharap-harapkan selama ini.

 

Mulai Saat Ini, Junjung Tinggilah Arti Sebuah Kepercayaan, yang Nantinya Akan Berujung Manis Pada Kesetiaan

Ciri-ciri pasangan yang setia
500px.com

Selain ketertarikan dan kecocokan satu sama lain, rasa saling percaya adalah salah satu hal yang paling penting dalam menjalin sebuah hubungan.

Tak perlu berlebihan untuk meminta pasanganmu agar terus percaya kepadamu, cukup tunjukkan saja bahwa kamu juga bisa untuk menanamkan rasa percaya kepadanya, pun di saat semua orang berkata yang tidak-tidak tentang pasanganmu.

Jika iia baik dan memang berjodoh denganmu, dengan sendirinya ia juga akan menjadikan kepercayaan sebagai singgasana tertinggi dalam hubungan kalian.

Kalau sudah begini, maka kalian tak perlu repot-repot lagi untuk mengokohkan pondasi kesetiaan. Jangan sampai jadi manusia buta harapan, hanya karena tak mampu menanam rasa kepercayaan.

 

Tak Usah Merasa Gelisah Ketika Kamu Sedang Tidak Berada di Dekatnya. Dia Masih Bisa Kok Merasakan Kehadiranmu di Hatinya, Tanpa Harus Mengekangnya Dengan Berbagai Alasan

pasangan
phinemo.com

Pasangan yang baik adalah ia yang senantiasa memperlakukan pasangannya selayaknya manusia, bukan sebagai sosok yang berbeda.

Kamu juga pastinya tahu kalau pasanganmu telah dikaruniai mata, telinga, maupun hati sebagai indera terbaik dalam merasakan kehadiranmu di sisinya.

Tanpa kamu harus berkoar-koar keras pun, ia akan tahu bahwa kamu peduli dan sayang kepadanya, tentu dengan cara-cara yang kamu terapkan sebagai sesama manusia.

 

Kelak Jika Ia Memang Menjadi Seorang yang Ditakdirkan Untukmu, Tentu Ia Juga Takkan Lari Kemana-Mana. Terus Perjuangkan Ia Dengan Halus, Sabar, dan Penuh Perhatian

jodoh
Image Credit: instagram.com @ressarere

Kalau kamu memang ditakdirkan untuk bersama, tentu suatu saat kelak kamu juga pasti akan mengikrarkan janji suci dengannya.

Tetapi kalau tidak, tentu hal itu semua sudah menjadi jalan yang terbaik untukmu, maupun jagat raya.

Kamu hanya perlu berusaha untuk memperbaiki diri dan menanyakan kembali, apakah ia sudah menjadi pribadi yang tepat untuk melengkapi hidupmu.

Kamu sama sekali tak perlu mati-matian berusaha untuk mengekang seseorang yang justru malah akan semakin menjauh dari pandangan jika terus-menerus kamu ‘dekap’ dengan aturan-aturan yang tak jelas.

Aturlah dia sewajarnya saja, kekanglah ia tanpa harus mendustai takdir jodoh yang telah digariskan untuknya.

Bukankah akan lebih baik kalau semua aturan dan kekangan berlebihan, digantikan dengan manisnya sebuah rasa kepercayaan?

LEAVE A REPLY