contoh daftar pustaka

Dalam dunia akademis, membuat sebuah karya ilmiah seperti skripsi, makalah, paper, ataupun sebuah buku, pastinya selalu diakhiri dengan daftar pustaka. * bisa dibilang hukumnya wajib 😀

Daftar pustaka dikenal juga sebagai bibliografi, sumber acuan, dan sumber rujukan, atau lebih umumnya referensi.

Kalau secara bahasa, daftar pustaka adalah daftar dari beragam sumber rujukan yang digunakan dalam membuat sebuah karya tulis , yang mana melalui daftar pustaka ini pula, para pembaca bisa mengetahui sumber asli dari karya ilmiah yang dibuat.

Tingkat Kebenaran dan akurasi dalam menuliskan daftar pustaka inilah yang mencermikan sifat dari si penulis. Dengan kata lain, menghargai sumber informasi yang digunakan dalam karya ilmiahnya.

Sumber rujukan tersebut biasanya bisa diambil dari berbagai macam sumber, bukan hanya dari buku dan catatan saja, bisa berupa jurnal buletin, surat kabar, terbitan berkala, majalah, ensiklopedia, hasil riset, dan yang lainnya.

Oleh karena itu, penulisan dari daftar pustakan ini tidak boleh sembarangan, dan harus memperhatikan kaidah penulisan daftar pustaka yang baik dan benar.

Unsur-unsur dalam membuat daftar pustaka, kurang lebih tidak jauh berbeda dengan kaidah dalam penulisan catatan kaki.

Hanya terdapat sedikit perbedaan saja, yakni apabila pada catatan kaki menggunakan nomor halaman, sedangkan untuk daftar pustaka, di dalamnya tidak memiliki nomor halaman.

Untuk pembahasan lebih jelasnya tentang daftar pustaka, kali ini Newbiee akan menjelsakan secara rinci apa saja yang perlu diperhatikan ketika ingin menulis daftar pustaka yang baik dan benar.

Wisata Bogor
Wisata Bogor
Wisata Bogor

 

Ketentuan dan Cara Menulis Daftar Pustaka yang Baik dan Benar

daftar pustaka
500px.com

Dalam menulis daftar pustaka, jarak antara daftar pustaka yang satu dengan daftar pustaka yang lainnya ketika menggunakan spasi tunggal, maka penulisan daftar pustakanya ditulis dengan jarak 2 spasi.

Untuk cara penulisannya diurutkan berdasarkan nama belakang si penulis (apabila nama si penulis lebih dari dua kata).

Khusus untuk penulisan nama van (untuk nama Belanda), dan ibn (untuk nama Arab), penggunaannya diabaikan dalam penulisan penyusunan abjad.

Apabila menggunakan 2 buku sebagai sumber informasi, dan memiliki nama pengarang yang sama, maka penulisannya didahulukan buku yang terbit terlebih dahulu, baru kemudian diikuti dengan buku kedua dan seterusnya.

Contoh daftar pustaka dengan 2 buku sebagai sumber informasi dengan nama pengarang yang sama:

Kadafi, Muammar. (2009). Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Pers.
________. (2012). Penyususnan Skala Psikologis. Malang: UMM Pers.

Apabila karya yang dikutip berupa buku terjemahan, maka penerjamahnya ditulis dengan nama karyanya, dan didahului dengan kata “terj”.

Untuk penulisan judul buku dalam sebuah jurnal ataupun buku tentang Antologi, penulisannya ditulis dengan menggunakan tanda kutip (“) dan huruf tegak.

Sedangkan nama jurnal dan buku Antologi-nya, ditulis dengan huruf miring.

Kaidah penulisan lainnya yang harus diperhatikan juga adalah, penulisan baris pertama harus menjorok ke arah kiri, sedangkan untuk baris berikutnya menjorok ke sisi dalam.

Untuk penulisan tanda titik (.) diletakan setelah nama pengarang, setelah tahun diterbitkan, setelah judul buku, dan setelah nama penerbitnya.

Sedangkan untuk penggunan tanda koma (,) diletakan setelah nama pengarang, contohnya Azzam, Muhammad. Untuk tanda titik dua (:) digunakan setelah kota dimana diterbitkan.

 

Penulisan Daftar Pustaka dari Berbagai Sumber Refrensi

cara menulis daftar pustaka
500px.com

Dalam penulisan daftar pustaka yang diambil dari berbagai sumber tentu memiliki kaidah yang berbeda-beda.

Salah satu contohnya daftar pustaka yang berasal dari buku tentu penulisannya berbeda dengan daftar pustaka yang sumbernya berasal dari internet atau media informasi yang lain.

Bagi yang masih belajar dalam membuat daftar pustaka pasti akan merasa kesulitan dalam menulis pustaka tersebut. Tapi tenang saja, setelah membaca artikel di bawah ini semoga kesulitan tersebut berubah menjadi kemudian.

Yups, karena berikut ini akan diberikan berbagai contoh penulisan daftar pustaka yang diambil dari berbagai sumber.

 

#1 – Daftar Pustaka Buku dan Buku Terjemahan

  • Buku

Format penulisan daftar pustaka yang sumbernya diambil dari sebuah buku adalah sebagai berikut.

Penulis. Tahun diterbitkan. Judul buku (ditulis miring). Volume (jika ada). Edisi atau batch cetakan (jika ada). Kota terbit: Nama penerbit.

Contoh penulisan daftar pustaka pada buku:

Quthni. (2010). Remaja dan Masalahnya. Bandung: Alfabeta.
  • Buku Terjemahan

Meskipun sumbernya sama-sama diambil dari buku, tetapi kaidah penulisan daftar pustaka yang diambil dari buku terjemahan berbeda formatnya.

Nama penulis buku asli. Tahun buku terjemahan diterbitkan. Judul buku terjemahan (ditulis miring). Volume (jika ada). Edisi (jika ada). Diterjemahkan oleh: Nama penerjemah. Kota terjemahan diterbitkan: Nama penerbit terjemahan.

Contoh penulisan daftar pustaka pada buku terjemahan:

Adam, C.F. (2007). Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan. Edisi ke 2. Diterjemahkan oleh: Habibi. Jakarta: Rineka Cipta.
  • Artikel Dalam Buku

Yang terakhir, format penulisan daftar pustaka yang diambil dari sebuah artikel.

Kalau di permulaan yang diambil dari buku secara penuh, sedangkan dalam kasus yang ini, hanya mengambil sepotong atau sebagian artikelnya saja.

Lalu bagaimana penulisan daftar pustakanya? Format penulisannya seperti berikut ini.

Nama penulis artikel. Tahun. Judul artikel (ditulis miring). Nama editor. Judul buku (ditulis miring). Volume (jika ada). Edisi (jika ada). Kota terbit: Nama penerbit.

Contoh penulisan daftar pustaka pada sumber artikel dalam buku:

Farrah, R. (1980). Snowboard Madness. Geoffrey, F. Sports Stuff. Vol 15. Pp15-19. New York: Compton’s Newsmedia.

 

#2 – Cara Menulis Daftar Pustaka pada Skripsi, Tesis, dan Disertasi

Pembahasan yang selanjutnya adalah, penulisan pustaka pada skripsi, tesis, dan disertasi.

Untuk penulisan pada pustaka ini tidak jauh berbeda dengan yang penulisan-penulisan yang sebelumnya. Hanya ada sedikit perbedaan dalam formatnya.

Berikut format penulisannya:

Peneliti. Tahun. Judul laporan penelitian (diberi tanda petik dua). Nama proyek penelitian. Nama institusi. Kota.

Contoh penulisan daftar pustaka pada skripsi, tesis, dan disertasi:

Fachry, Luthfy. (2007). “Pengaruh Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar”. Program Makalah. Universitas Brawijaya. Malang.

 

#3 – Membuat Daftar Pustaka yang Bersumber Dari Artikel di Surat Kabar

Selanjutnya adalah penulisan daftar pustaka yang diambil dari surat kabar.

Untuk penulisan pustakanya menggunakan format sebagai berikut.

Nama penulis. Tahun. Judul artikel (diberi tanda petik dua). Nama surat kabar (miring). Tanggal terbit. Halaman.

Contoh penulisannya:

Qeis, Alden. (2008). “Validitas dan Reliabilitas”. Majalah Sastra. Edisi Agustus 2004. Halaman 21.

 

#4 – Pustaka Laporan Penelitian

Bilamana penyusunan daftar pustaka yang diambil bersumber dari laporan penelitian, maka formatnya sebagai berikut.

Nama peneliti. Tahun. Judul laporan penelitian (diberi tanda petik dua). Nama proyek penelitian. Nama institusi. Kota.

Contoh penulisannya dalam membuat daftar pustaka laporan penelitian:

Zayn, Daffa. (2008). “Kesehatan Mental”. Jurnal Medis dan Kedokteran Nomor 08 Volume 4 Tahun II. Balai ITB. Bandung.

 

#5 – Daftar Pustaka Artikel Dari Internet

Di zaman yang hampir semuanya sudah serba modern ini, internet menjadi salah satu sumber informasi yang sangat digemari dan melimpah.

Bagaimana tidak, beragam informasi dari seluruh penjuru dunia bisa kamu dapatkan hanya dengan mengetikkan sebuah kata kunci yang ingin dicari.

Tak heran bukan apabila banyak orang yang menulis makalah ataupun skripsi hanya mengandalkan informasi dari internet saja. 😀

Tetapi untuk kaidah secara teknisnya tidak bisa seenaknya saja, ada hal-hal yang harus diperhatikan juga dalam menulis pustaka dari internet, salah satunya adalah tidak diperkenankan untuk menulis artikel yang tidak mencamtumkan nama penulisnya.

Untuk format penulisan daftar pustakanya bisa dilihat di ulasan berikut ini.

  • Artikel Umum
  • Nama penulis. Tahun. Judul artikel (diberi tanda petik dua). Alamat website (miring). Diakses pada tanggal
  • Contoh penulisan daftar pustaka yang bersumber dari artikel umum:
  • Ayyash, Yahya. (2011). “Manfaat Menemani Istri Ketika Melahirkan Si Buah Hati”. http://inewbiee.com/manfaat-menemani-istri-ketika-melahirkan/. Diakses pada Minggu, 30 September 2012 jam 08.25.
  • Artikel Majalah Ilmiah Online
    Penulis. Tahun. Judul artikel (diberi tanda petik dua). Nama majalah (ditulis miring sebagai singkatan resminya). Nomor. Volume. Halaman. Alamat website.
  • Contoh penulisan daftar pustaka yang bersumber dari artikel majalah ilmiah:
  • Azzam, Faisal. (2007). “Beragam Manfaat Kangen Water Untuk Kesehatan dan Kecantikan”. Kangen Water Benefits. Nomor 09. Volume 2. Halaman 19. http://kangenpreneur.com/manfaat-kangen-water/.
  • Artikel Majalah Ilmiah Versi Cetakan
    Penulis. Tahun. Judul artikel (diberi tanda petik dua). Nama majalah (ditulis miring sebagai singkatan resminya). Nomor. Volume. Halaman.
    Contoh penulisan daftar pustaka yang bersumber dari artikel majalah ilmiah cetakan:

    Sakha, Adnan. (2007). “10 Teknik Gerakan Dasar yang Harus Anda Ketahui Sebelum Mempelajari Olahraga Panahan Lebih Jauh”. Archery Things. Nomor 05. Volume 4. Halaman 61.
  • Artikel Kutipan dari Email
    Penulis. Judul (diberi tanda petik dua). Alamat email. Diakses tanggal.
    Contoh penulisan daftar pustaka yang bersumber dari artikel kutipan email:

    Akhyar, Muhammad. “Keterampilan Menggambar 3D”. channel@inewbiee.com. Diakses tanggal 21 Oktober 2014.

 

#6 – Pustaka Hasil Seminar

Nah, untuk membuat daftar pustaka yang sumbernya didapatkan dari mengikuti seminar, kamu bisa menuliskannya dengan format berikut ini.

Penulis. Tahun. Judul materi (diberi tanda petik dua). Nama konferensi. Kota.

Contoh penulisan daftar pustaka yang bersumber dari hasil seminar:

Emma, F and FairFax. 2001. “iPhone Upgrade Program”. International Workshop of Apple Technology Developing. Las Vegas.

Sedikit catatan, pada beberapa seminar dilarang mengutip materi seminar tanpa seizin dari pemateri.

Maka sebelum kamu menggunakan materi seminar untuk daftar pustaka, ada baiknya meminta ijin terlebih dahulu kepada si penulis materinya.

 

#7 – Pustaka Hasil Wawancara

Finally, cara membuat daftar pustaka yang terakhir adalah pustaka yang sumbernya diambil dari hasil wawancara.

Jikalau pustaka tersebut didapatkan dari hasil wawancara, maka kamu bisa menggunakan format sebagai berikut:

Nama pembicara (bubuhkan kata interview). Tahun. Judul (diberi tanda petik dua). Kota.

Contoh pustaka hasil wawancara:

Masashi, Reza interview. 2015. “Interview of Art Culture and History”. Tokyo.

Supaya lebih lengkap dan mendukung pustaka yang kamu buat, maka sebaiknya sertakan juga hasil rekaman aslinya sebagai lampiran.

Nah, hasil rekaman inilah yang akan menjadi saksi bahwa kamu benar-benar telah melakukan wawancara pada si narasumber.

 

Beberapa Catatan Penting dalam Menulis Nama di Daftar Pustaka

penulisan daftar pustaka
500px.com

Dalam proses membuat daftar pustaka, tentunya kamu akan sering mencantumkan nama si penulis yang karyanya telah dijadikan sebagai sumber pustaka kita.

Nah di dalam penulisan nama tersebut, ada beberapa kaidah-kaidah yang harus dipatuhi dan diikuti. Berikut ini adalah beberapa panduan dalam menulis nama di dalam daftar pustaka.

 

#1 – Nama Penulis yang Lebih Dari Satu Kata

Seperti contoh-contoh sebelumnya. Apabila nama si penulis pustaka lebih dari dua kata atau lebih, maka penulisannya harus dibalik. Lebih tepatnya nama belakang (nama keluarga) di depan.

Sedangkan nama utama diikuti dengan tanda koma (,), dan singkatan nama lain diakhiri dengan tanda titik (.).

Contoh penulisan nama Chayra Adeeva, maka ditulis menjadi Adeeva, Chayra. Atau Adeeva, C.

#2 – Nama Penulis yang Diikuti Dengan Singkatan

Bilamana ada nama utama, atau nama keluarga yang ditulis dengan singkatan, maka penulisannya harus digabung menjadi satu dan ditambahkan tanda koma (,) diantaranya.

Contoh penulisan nama Abdullah H.F. Maka penulisannya menjadi Abdullah, H.F.

#3 – Nama Penulis yang di Dalamnya Terdapat Garis Penguhubung

Nama yang memiliki lebih dari 2 kata, namun tidak bisa dipisahkan. Maka penulisannya Harus disatukan dengan menggunakan tanda penghubung.

Contoh untuk penulisan nama Muhammad Al-Ghazali, maka ditulis menjadi Al-Ghazali, Muhammad.

#4 – Penulisnya Dua Orang

Apabila pustaka yang kamu gunakan ditulis oleh 2 orang penulis, maka penulisannya ke dalam daftar pustaka, hanya nama orang pertama saja yang dibalik, sedangkan nama orang yang kedua ditulis seperti biasa.

Contoh penulisan nama James Fawne dan Sarah Emily, maka penulisannya menjadi Fawne, James dan Sarah Emily.

#5 – Penulis Lebih Dari Dua Orang

Kalau semisal pustakanya ditulis oleh tiga orang atau lebih. Maka nama yang ditulis di dalam daftar pustaka hanya nama penulis yang pertama, sedangkan nama yang selanjutnya cukup diwakili dengan kata (dkk).

Contoh nama penulis Erica Audrey, Baron Addison, dan Clark Kent. Maka penulisan dalam daftar pustakanya hanya cukup menulis dengan nama Audrey, Erica dkk.

#6 – Penulisan Gelar

Untuk gelar apapun di dalam daftar pustaka tidak dicantumkan. Jadi meskipun dia punya banyak gelar, kamu tidak perlu mencantumkan gelarnya di dalam pustaka.

#7 – Penulis yang Tidak Diketahui – Ghostwritter

terakhir, apabila si penulis pustaka tidak diketahui namanya, maka kamu bisa menggunakan kata “anonim” pada daftar pustaka yang ditulis.

Kira-kira seperti itu sedikit ulasan tentang cara menulis daftar pustaka yang benar dengan berbagai kaidah yang berlaku.

Mudah Bukan? Semoga bisa membantu kamu dalam membuat karya anak bangsa yah. Good Luck! 😀

LEAVE A REPLY