Beragam Cara Mudah dan Alami Untuk Mengobati Kaki Keseleo

Di tengah-tengah masyarakat kita, tentunya sudah tidak asing lagi bukan dengan istilah terkilir ataupun keseleo?

Apalagi untuk mereka- mereka yang memang aktif pada kegiatan-kegiatan seperti olahraga, ataupun pekerjaan berat yang dilakukan menggunakan fisik.

Sebenarnya banyak sekali penyebab keseleo, tapi umumnya, kira-kira kedua aktifitas tersebut sudah bisa mewakili kalau memang aktifitas tersebutlah yang rentan untuk mengalaminya.

Nah, cara mengobati keseleo yang sudah dari turun-temurun, dan banyak digunakan di masyarkat kita, ya tidak lain adalah dengan cara dipijat.

Namun pertanyaannya, apakah cara mengobati keseleo yang benar bisa menggunakan cara dipijat?

Apakah baik kalau dilihat dari kacamata kesehatannya, atau justru malah memperparah kondisinya?

Kali ini kita mau mengulas singkat bagaimana cara menyembuhkan keseleo yang benar, yang sesuai dengan tuntunan kedokteran tentunya.

Untuk bisa mengobati keseleo dengan benar, hal yang pertama harus diketahui terlebih dahulu adalah, dampak dan penyebab apa sebenarnya yang dialami ketika seseorang sedang mengalami terkilir ataupun keseleo?

Kalau diperhatikan dari sisi medis, sprain adalah sebuah istilah yang digunakan dalam kedokteran untuk mengidentifikasi keleseo.

Lebih tepatnya, sprain adalah suatu cedera ligamen yang terletak di sekitar sendi pada tubuh.

Bagian ligamen itu sendiri adalah sebuah jaringan serat fleksibel dan kuat, yang fungsinya berguna sebagai unsur yang menghubungkan antar tulang pada sendi.

So, ketika ligamen mengalami suatu cedera, yang mana sampai robek, atau hanya  teregang terlalu jauh, maka sendi yang dihubungkan tersebut  akan terasa sakit, atau bahkan sampai membengkak.

Keseleo  atau terkilir, biasanya terjadi ketika seseorang jatuh, ketika terbentur suatu benda yang keras, ketika sendir terpelintir, ataupun ketika terkena dengan suatu benda ataupun tekanan yang memaksanya untuk bergerak dari posisi yang normal.

Bagian tubuh yang paling sering terkilir dan seringkali ditemui adalah, bagian pada pergelangan kaki, yang diikuti dengan keseleo pada pergelangan tangan, dan ibu jari.

Nah trus, bagaimana kita bisa mengtahui, apakah sendi tersebut mengalami keseleo, atau hanya sekedar memar otot?

Diantaranya, tanda-tanda pada cedra keseleo dan memar pada otot, memang sangat mirip, biasanya  berupa rasa sakit yang berbeda-beda, ada yang cukup ringan, sedang, atau bahkan sampai yang berat sekalipun.

Cedara pada keseleo, diantaranya memiliki gejala dan tanda- tanda sebagai berikut:

  • Nyeri pada sendi, biasanya terlihat dari pembengkakan dan tingkat kekakuan yang terjadi pada sendi, yakni perubahan pada warna kulit
  • Kalau dilihat dari warnanya, sendir yang keseleo biasanya berwarna merah-kebiruan, semakin parah keseleo-nya, maka akan semakin menghitam pula warnanya, dan akan sangat sulit pula untuk menggerakkan sendinya, dikarenakan sakit yang luar biasa.

Seseorang dengan cedra keseleo pada pergelangan kaki ringan, mungkin hanya bisa menggerakkan sebagian pergelangan kakinya saja, itu pun hanya sedikit.

Sementara itu, kalau cedra keseleo pada pergelangan kakinya lebih parah, maka dampaknya sampai bisa menyebabkan rasa sakit yang tidak bisa dibayangkan, dan akan membuat sulit, atau bahkan sampai tidak memungkinkan untuk berjalan.

Klasifikasi cedra pada keselo juga ada tingkatan- tingkatannya, mulai dari yang paling ringan, ke yang paling berat, dan umumnya dinilai berdasarkan skala 1-3:

  • Tingkat 1: Peregangan pada ligamen memiliki robek yang sangat ringan, dan dampak yang dihasilkan sampai bisa memberikan efek tidak ada kestabilan pada sendi.
  • Tingkat 2: Bagian robek pada ligamen yang lebih serius, tapi masih belum terlau parah, biasanya sudah tidak memungkinkan untuk berjalan.
  • Tingkat 3: Ligamen sudah benar-benar robek ataupun

Bisa dibilang, hal ini bukan seperti patah tulang, tapi rasanya lebih mirip seperti tidak mungkin untuk mengangkat sebuah beban pada sendi- sendi, atau bahkan sampai tidak bisa menggerakkan anggota badan yang sendinya sudah terkena dampaknya.

 

Cara Mengobati Keleo dan Terkilir Secara Alami

Umumnya, pengobatan keseleo yang diyakini dan digunakan masyarakat untuk mengobati keseleo ringan adalah menggunakan perawatan berkala yang membutuhkan istirahat yang cukup, dan nilai plus-nya, terapi yang satu ini dapat dilakukan sendiri kok di rumah.

Melakukan Pengobatan Terhadap Cedra yang Diderta

Kamu bisa melakukan terapi RICE untuk meringankan dampak dari cedranya.

  • Rest (Istirahat)

Caranya ialah mengistirahatkan baian tubuh yang keseleo ataupun terkilir.

Untuk catatan tambahan, jangan seenaknya untuk menggerak-gerakkan, ataupun menekan-nekan sendi yang keseleo, apalagi kalau sampai memaksanya untuk berjalan, atau bahkan memberikan beban yang berlebihan.

  • Icing (Es)

Kesimpulannya berarti, kamu nggak boleh memijatnya, solusinya adalah mengguankan es dengan cara mengkompresnya. *Jangan malah dimakan loh es-nya 😀

Langkah awal, tempelkan kompres yang sudah diberikan es pada sendi yang terkilir selama kurang lebih 15 menit pada setiap jamnya.

Catatan, jangan pernah menaruh es secara langsung pada bagian kulit, karena dampak yang terlalu dingin pada es, malah akan menyebabkan peradangan dingin pada kulit, dan dampaknya malah bisa merusak kulit.

Trus gimana caranya? Caranya idalah menggunakan kain tipis sebagai pelapisinya.

Kompres yang menggunakan es ini, secara tidak langsung akan mengurangi dampak rasa sakit yang ditimbulkan, serta memar ang terjadi disekitar bagian cedra.

  • Compression (Melakukan Penekanan)

Supaya lebih cepat memberikan dampak kesembuhan, berilah pelindung ataupun membungkus bagian sendi yang cedra menggunakna perban elastis.

Tujuannya ialah untuk meminimalkan peradangan, menyangga bagian tersebut tetap aman, serta memberikan rasa nyaman pula pada persendian.

Balutannya harus cukup kuat untuk menyangga persendiannya, namun tidak boleh juga terlalu kuat supaya tidak sampai menganggu aliran darah pada bagian tersebut.

Lama proses mengkompresan ini bisa terjadi hingga 1-2 hari, itupun kalau ringan, kalau memang termasuk cedra keseleo yang berat, bahkan bisa sampai 2 minggu pengompresannya.

  • Elevation (Peningian)

Teknik lainnya yang bisa diguankan adalah elevation, yakni menempatkan bagian cedra pada posisi yang lebih tinggi, biasanya menggunakan perban elastis untuk meninggikan posisinya.

Dengan menematkan anggota badan yang keseleo lebih tinggi dari jantung, maka secara langsung hal tersebut akan mengurangi, atau bahkan meminimalisasi dampak dari pembengkakan.

Kalau semisal ketika yang keseleo adalah bagian pergelangan kaki, maka kamu cukup berbaring saja, dan mengganjal kaki menggunakan bantal sampai kira-kira posisi kaki sudha lebih tinggi dari dada.

 

Mengatasi Rasa Sakit dan Nyeri Pada Cedra ataupun Peradangan

Kalau untuk meredakan nyeri dan peradangan dari dampak rasa sakitnya, kamu bisa meringankannya dengan cara minum obat yang memang dibuat khusus untuk meredakan rasa sakit.

Biasanya memberikan obat anti nyeri non steroid anti inflamasi (NSAID), contohnya seperti acetaminophen, ibuprofen, atau aspirin , saran kita pastinya tetap menggunakan sesuai aturan pakainya.

Hal penting lainnya yang perlu diingat adalah, jangan memberikan obat aspirin kepada anak yang masih berada di bawah usia 18 tahun.

Cara lainnya yang bisa diterapkan adalah, menggunakan kinesio tape, yakni plester khusus yang fungsinya untuk menyembuhkan bagian tubuh yang cedra.

Kalau kamu bingung dimana bisa mendapatkannya, kamu bisa mencariny di apotik-apotik terdekat, kalau memang tidak ada, kamu juga bisa membelinya di tempat terpercaya yang menjual kinesio tape.

 

Kapan Kira-kira Harus Dibawa ke Dokter?

Kalau memang keseleo yang dialami cukup parah, mau tidak mau harus diperiksa oleh dokter.

Nah, biasanya, dokter akan melakukan scanning dengan cara mengambil foto sinar-X (rongsen) untuk melihat, apakah ada fraktur (patah tulang) atau tidak.

Selain itu, pemeriksaan lainnya juga dibutuhkan untuk menentukan tingkat parahnya cedra keseleo yang di alami oleh pasien.

  • Kalau ketika cedra mendengar suara seperti patah tulang, segeralah untu mengkonsultasikannya kepada dengan dokter secapat mungkin.
  • Sendi atau anggota gerak pada tubuh tidak dapat digerakkan setelah terjadinya
  • Tidak bisa merasakan apa-apa, atau mati rasa.
  • Terdapat pembengkakan yang signifikan, nyeri, panas, atau luka terbuka.

Kira-kira seperti itu beberapa cara dan tips untuk mengobati keseleo dengan benar, dan sesuai dengan kaidah-kaidah dalam ilmu kedokteran.

Semoga bermanfaat dan lekas sembuh ya 🙂

Leave a Reply