cara menanam cabe hidroponik

Cabe adalah salah satu dari sekian banyak komoditas pertanian yang harganya fluktuatif.

Apalagi kalau sudah menjelang hari-hari besar, sudah bisa dipastikan harganya akan melonjak tinggi sekali.

Hal inilah yang menjadi penyebab mengapa banyak orang yang lebih memilih untuk menanam cabe sendiri, baik itu untuk dijual di pasaran, ataupun hanya sekedar untuk persediaan.

Nah, kalau kamu adalah salah satu orang yang tinggalnya diperkotaan. Bisa ketebak, lahan yang ada nggak memungkinkan bukan untuk budidaya tanaman?

Karena keterbatasan ini, kali ini Newbiee mau berbagi sedikit tips nih buat kamu, yaitu cara bagaimana menanam cabe menggunakan pot, polybag, ataupun menggunakan teknik hidroponik.

Cara menanam cabe menggunakan pot ataupun polybag cukup modah kok untuk dilakukan.

Yang menjadi nilai tambah dalam menanam cabe dibandingkan dengan budidaya tanaman lain adalah, kemampuan pertumbuhannya yang bisa dilakukan dimana saja, baik itu di dataran tinggi, maupun di dataran rendah.

Kalau diperhatikan secara umum, menanam cabe bisa dilakukan pada ketinggian 0-2000 meter diatas permukaan laut.

Nah, untuk mendapatkan suhu yang optimal untuk proses budidaya cabenya, ada baiknya menempatkannya pada suhu terbaik, yaitu ada pada kisaran 24-27oC.

Wisata Bogor
Wisata Bogor
Wisata Bogor

Tetapi tanaman cabe masih bisa kok bertahan terhadap suhu yang lebih dari itu.

Oiya ada satu lagi, semua faktor-faktor tersebut, kembali lagi ke sifat dan jenis varietas cabe masing-masing.

Trus kira-kira, jenis cabe apa sih yang bagus untuk ditanam di daerah-daerah lingkungannya kurang mendukung?

Nih, salah satu jenis cabe yang bakalan cocok untuk di tanam dipekarangan rumah, ataupun hanya sekedar menggunakan polybag di daerah perkotaan adalah, cabe keriting.

Mengapa cabe keriting? Karena jenis cabe yang satu ini relatif lebih tahan terhadap iklim tropis di Indonesia, dan rasa pedas yang dimilikinya juga banyak disukai di pasaran.

Berikut ini beberapa cara yang sudah Newbiee rangkum tentang bagaimana cara menanam cabe, mulai dari pemilihan benih, penyemaian, sampai ke tahap pemanen tanaman.

Daripada penasaran, yuk langsung aja..

 

Pemilihan Benih Cabe

Bagaimana cara memilih benih cabe unggul
500px.com

Hasil yang bagus, tentu berasal dari benih yang bagus pula.

Hal inilah yang akan menjadi faktor pertama dan menentukan bagus atau tidaknya hasil akhir dari pemanenan cabe nantinya.

Untuk mendapatkan benih cabe yang berkualitas, kamu bisa mendapatkannya dari berbagai tempat, dengan berbagai cara tentunya.

Mulai dari membeli di toko-toko pertanian disekitar tempat tinggal kamu, ataupun membeli lewat online.

Tapi tetap saja, cara yang paling mudah untuk mendapatkannya adalah dengan, mengambil benih cabe dari dapur kamu.

Pertama, pilih terlebih dahulu cabe yang akan diambil bijinya untuk dijadikan benih. Kalau bisa, pilih yang menurut kamu paling baik dan bagus kualitasnya.

Kemudian dikeringkan, bisa dengan cara dijemur, atau lebih mudahnya bisa di angin-anginkan saja.

Setelah cabe sudah kering, nah barulah bisa diambil bijinya untuk dijadikan benih.

benih cabe kering
500px.com

Mungkin ada yang bertanya, kenapa harus dikeringkan terlebih dahulu?

Bisa dibilang, menentukan cara terbaik untuk menanam sebuah tanaman ataupun berkebun, adalah dengan cara meniru pola-pola yang terjadi di alam secara alami.

Kalau istilah kerennya biasa disebut dengan organik.

Nah, satu bagian penting dalam proses berkebun dengan cara organik adalah menggunakan benih-benih yang organik pula.

Artinya, akan lebih baik kalau benih-benihnya terbentuk secara alami di alam, meskipun dengan sedikit bantuan dari tangan manusia.

Misalnya seperti penyerbukan, ataupun karantina demi mencegahnya persilangan antar tanaman.

Balik lagi nih ke topik, berdasarkan teknik dalam memilih benih, benih dapat dibagi menjadi 2 kategori, yakni benih kering dan benih basah.

Dan cabe, termasuk kedalam benih yang kering.

Setelah itu, sampai pada proses pemilihan benih yang unggul, yaitu dengan cara dicelupkan kedalam air.

Caranya, masukan benih cabe yang sudah dikeringkan sebelumnya, lalu ambil biji-biji cabe yang tenggelam untuk dijadikan benih.

Kalau ngga ada biji cabe yang tenggelam gimana? Tenang, ada kok pasti. *positive thingking aja.. Yaa, kalau emang bener ngga ada, ya ulang lagi dari langkah awal. 😀

Untuk cabe yang akan dipilih nantinya untuk ditanam, semuanya kembali ke selera masing-masing.

Entah itu mau cabe rawit, atapun cabe keriting, prosesnya tetap sama kok.

 

Penyemaian Benih Cabe

menanam cabe di pot
alamtani.com

Cara menanam cabe menggunakan media tanam tanah dengan pot/polybag, ataupun menggunakan teknik hidroponik sebaiknya tidak langsung dilakukan dari bebih atau bakal biji.

Langkah pertama, benih dari cabe harus disemaikan terlebih dahulu.

Untuk apa? Nah, proses penyemaian ini bertujuan untuk menseleksi pertumbuhan bakal benih, memisahkan benih yang tumbuhnya kecil, cacat, ataupun berpenyakit.

Selain itu, hal inilah yang juga menjadi proses untuk menunggu siap atau tidaknya bibit sampai cukup kuat untuk ditanam di tempat yang lebih besar.

Media tempat penyemaian bisa berupa polybag berukuran kecil dengan ukuran (8x9cm), baki persemian (tray), daun pisang, ataupun petakan tanah.

Nah, untuk cara yang paling ekonomis dan murah adalah dengan menggunakan petakan tanah untuk media penyemaian tanaman.

 

Cara Penyemaian yang Ke-1

Cara penyemaian tanaman hindoropnik
ebay.com

– Buat beberapa petakan tanah dengan ukuran secukupnya. Kemudian campurkan kompos dengan tanah persemaian lalu aduk hingga merata.

Buatlah butiran tanahnya sehalus mungkin supaya akar dari tanaman mudah untuk menembusnya.

Buat tingkat ketebalan petakan tanahnya kurang lebih 5-10 cm. Diatasnya, buat jarak antar tanaman dengan jarak 10 cm.

Kemudian masukan benih cabe kedalam barisan tanaman tersebut dengan jarak 7,5 cm, lalu siram sedikit untuk membasahi tanah, dan tutup permukaan dengan tanah ataupun abu.

Selanjutnya, tutup menggunakan karung goni basah selama kurang lebih 3-4 hari, dan usahakan supaya karung goni tetap dalam keadaan basah.

Biasanya pada hari ke-4 akan mulai tumbuh bibitnya dari permukaan tanah, baru setelah itu buka karung goninya.

Ada baiknya petakan tanaman dilindungi menggunakan plastik transparan, untuk melindungi bibit yang masih kecil dari panas yang terlalu berlebihan, ataupun siraman air hujan secara langsung.

Bibit tanaman baru akan siap dipindahkan ke media tanam yang lebih besar setelah kurang lebih berumur 3-4 minggu, atau ketika tanaman sudah mempunyai setidaknya 4-5 helai daun.

 

Cara Penyemaian yang Ke-2

Cara penyemaian tanaman
twitter.com

Setelah kamu sudah siap dengan benih cabe yang akan ditanam, langkah selanjutnya adalah proses penyemaian.

Penyemaian cabe untuk ditanam dengan teknik hidroponik, kurang lebih sama prosesnya dengan penyemaian cabe yang menggunakan media tanah.

Untuk lebih detailnya, simak penjelasan berikut:

 

#1 – Rendam Benih Cabe yang Akan Disemai

Merendam benih cabe di dalam air
wikihow.com

Untuk apa? Perendaman di air dilakukan bertujuan untuk mempercepat proses pertumbuhan kecambah pada benih cabe.

Pastikan benih cabe yang akan digunakan adalah benih cabe yang tenggelam, untuk biji yang terapung kamu bisa membuangnya.

Ada sedikit saran nih, sebaiknya benih cabe direndam dengan air yang sudah ditambahkan zat pengatur pertumbuhan tanaman [ZPT] yang berguna untuk mempercepat proses pertumbuhan cabe.

 

#2 – Setelah Proses Perendaman, Bungkus Benih Cabe Dengan Menggunakan Kain yang Basah Selama Kurang Lebih Seharian

Cara mempercepat pertumbuhan benih
growagoodlife.com

Hal ini dimaksudkan untuk mempercepat proses berkecambahnya benih cabe yang telah direndam sebelumnya.

Setelah kecambah sudah muncul, kemudian kamu bisa deh untuk melakukan penyemaian.

Nah, wadah yang akan dijadikan tempat untuk penyemaian bisa kamu dapatkan di toko pertanian.

Atau, hanya sekedar menggunakan wadah plastik yang telah diberikan media tanam berupa sekam bakar, ataupun sabut kelapa sudah mencukupi kok.

 

#3 – Menaburkan Benih Cabe

 Cara memilih benih cabe unggulan
500px.com

Langkah terakhir dari proses penyemaian adalah menaburkan benih pada media semai yang telah di siapkan sebelumnya, dan menyiramnya dengan air. *Untuk catatan, menyiramnya jangan sampai menggenang yah

Kemudian, pastikan biji benih cabe tertutupi dengan sabut kelapa ataupun sekam bakar, dan letakkan persemaian benih cabe di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Terakhir, siram di setiap pagi sampai benih tumbuh dan siap untuk ditanam.

 

Persiapan Media Tanam Untuk Transplanting

Media tanam transplanting
planttape.com

Langkah petama yang harus dilakukan adalah memilih ukuran yang tepat untuk media tanam tanaman selanjutnya.

Supaya media tanam cukup kuat dan kokoh untuk menopang pertumbuhan tanaman cabe yang lebat, ada baiknya ukuran polybag berukuran 30 cm ke atas.

Selain menggunakan media tanam polybag, kamu juga bisa menggunakan media tanam seperti pot dari jenis tanah, plastik, semen, ataupun keramik.

Atau bisa juga menggunakan wadah bekas yang sudak tak terpakai lagi, caranya tinggal memberikan lubang pada dasar wadah untuk saluran drainase tanaman.

Cara menanam cabe menggunakan polybag juga bisa menggunakan media tanam seperti campuran tanah, kompos, sekam padi, pupuk kandang, arang sekam, dan bahan lainnya.

Beberapa contoh komposisi pada media tanam untuk persiapan wadah diantaranya:

  • Campuran tanah dengan kompos dengan komposisi (2:1)
  • Campuran tanah dan pupuk kandang dengan komposisi (2:1)
  • Campuran tanah, pupuk kandang, dan arang sekam dengan komposisi (1:1:1)

Kalau kamu ingin menggunakan pupuk kandang, sebaiknya gunakan pupuk kandang yang sudah matang.

Sedikit tambahan, buatlah media tanam tanaman sehalus mungkin dengan cara mengayaknya.

Kemudian campurkan kurang lebih 3 sendok NPK ke dalam setiap polybag.

Selanjutnya, aduk campuran tersebut hingga benar-benar rata secara menyeluruh.

Lalu lapiskan bagian dalam polybag menggunakan pecahan genting, serabut kelapa, ataupun pecahan styrofoam.

Untuk apa? Supaya air tidak menggenangi bagian akar dari tanaman

 

Pemindahan Tanaman Cabe

Transplanting
gatheringtogetherfarm.com

Proses transplanting adalah proses memindahkan bibit sebuah tanaman dari media semai ke media pertumbuhan.

Benih cabe yang telah disemai dan sudah tumbuh beberapa pasang daun semu, yang mana setelahnya akan tumbuh daun sejati, dan setelah daun sejati tumbuh, maka bibit dari pohon cabe sudah bisa dipindahkan ke pot ataupun polybag.

Setelah bibit tanaman dan media tanam sudah siap, baru kemudian pindahkan tanaman cabe dari tempat persemaian kedalam polybag.

Kalau bisa, lakukan proses pemindahan ini disaat pagi hari ataupun sore hari, dimana ketika itu cahaya matahari tidak terlalu terik untuk sang bibit, sehingga dapat menghindari stres pada tanaman.

Lakukan proses pemindahan bibit dengan sangat hati-hati untuk menghindari kerusakan pada bagian perakaran tanaman.

Setelah itu, buatlah lubang tanam pada pot ataupun polybag kurang lebih 5-7cm.

media tanam
wikihow.com

Kalau sekiranya persemaian dilakukan diatas daun pisang ataupun polybag, lepaskan terlebih dahulu polybag/daun pisang, baru kemudian masukan seluruh bagian tanah ke dalam tempat persemaian lubang tanam.

Bibit dari pohon cabe sudah bisa dipindahkan ke dalam pot, polybag, ataupun tempat lainnya yang memiliki fungsi yang sama.

Apabila ketika persemaian dilakukan di atas sepetak tanah atau tray, kamu bisa memindahkan tanah yang menempel pada bagian akarnya, dan memasukkannya kedalam lubang tanam.

Untuk besar atau kecil dari ukurannya bisa dikira-kira, atau disesuaikan dengan tanamannya.

Nah selanjutnya, untuk proses menanam pada media tanam bisa di isi dengan media porus, contohnya seperti sekam bakar yang sudah dicampur dengan kerikil, hidroton, ataupun pecahan genting.

Kalau untuk sistem penanamannya bisa menggunakan sistem deep water culture, wisk, ataupun pot/polybag.

 

Pemeliharaan dan Perawatan Pada Tanaman

cara merawat tanaman
blogspot.com

Nutrisi tanaman hidroponik merupakan faktor paling penting dalam proses cara menanam hidroponik.

Nutrisi dari hidroponik sebagian besarnya adalah campuran NPK yang komposisinya terdiri dari fosfor, kalium, dan nitrogen.

Kamu bisa mendapatkan nutrisi untuk tanaman hidroponik di toko-toko pertanian, ataupun membelinya lewat internet.

Nutrisi untuk tanaman cabe hidroponik kini telah tersedia diberbagai tempat, yang perlu untuk diperhatikan adalah dosis penggunaan nutrisinya.

Sebelum menggunakannya, ada baiknya baca terlebih dahulu tata cara penggunaan sesuai dosis yang dibutuhkan pada tahap pertumbuhan tanaman cabe.

Dalam proses masa pertumbuhan tanaman, bibit cabe harus sesering mungkin dicek supaya ketersediaan nutrisinya tetap terjaga dan bibit tanaman terhindar dari hama dan penyakit.

Begitupun dengan ketersediaan larutan nutrisi, kalau bisa jangan sampai habis atau mengering.

Kenapa? Karena kalau larutan nutrisi sampai mengering dan berkurang, maka akan mengurangi juga tingkat kesuburan tanaman, serta akan mendapatkan risiko terkena hama ataupun penyakit.

Untuk perawatan, tanaman cabe seharusnya terhindar dari hama dan penyakit.

Contoh hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman cabe adalah ulat, kutu daun, tungau, antraknosa, busuk buah, dan lain sebagainya.

Jika dampaknya belum terlalu parah, pengendalian hama atau penyakit bisa dilakukan dengan cara membuang ataupun menghilangkan bagian yang sudah terinfeksi.

  • Pemupukan

Nah, guna untuk memenuhi kebutuhan unsur hara dan mikro dari tanaman cabe.

Ketika masa pertumbuhan vegetatif setiap satu minggu sekali, kamu bisa menyemprot tanamannya menggunakan pupuk daun.

Dan kalau sudah memasuki tahap generatif, baru semprot tanaman cabe menggunakan pupuk buah.

Contoh pupuk yang bisa kamu gunakan adalah gandasil A/B, POC, nasa, growmore, bayfolan, supergrow, dan beberapa nutrisi lainnya.

  • Penyiraman

Untuk proses penyiramannya, sebaiknya lakukan sekurang-kurangnya setiap 3 hari sekali, lebih banyak lebih baik, contoh setiap hari atau setiap 2 hari sekali.

Pengecualian, kalau cahaya matahari sedang bersinar terik, siram tanaman setiap hari

  • Pengajiran

Setelah tanaman cabe sudah tumbuh kurang lebih 20 cm, berikan ajir bambu.

Untuk apa? Ajir bambu bermanfaat untuk menopang tanaman supaya berdiri tegak dan tumbuh ke atas, bukannya ke samping. #iklan bon*tto 😀

  • Perompesan

Apa itu perompesan/perempelan? Istilah ini merupakan suatu kegiatan memangkas beberapa tunas liar atau tunas samping yang terdapat pada tanaman.

Kegiatan ini dilakukan biasanya dimulai ketika sudah masuk hari ke-20 setelah tanam. Dan biasanya, juga dilakukan sampai 3x sampai terbentuknya cabang pada bibit.

Dampaknya supaya tanaman tidak tumbuh kesamping ketika batang utama belum terlalu kuat untuk menopang.

  •  Penggunaan Pestisida

Penggunaa dari pestisida sebaiknya hanya dilakukan ketika tanaman sudah terlihat akan terserang hama ataupun penyakit.

Ketika sudah terlihat ada hama berwarna putih, langsung segera kamu semprot pestisida.

Bila mana terlihat ada bakal ulat pada tanaman, semprot menggunakan insektisida secukupnya. Dan kalau terlihat jamur, gunakanlah fungisida untuk menghilangkannya.

Untuk kamu yang bercocok tanam cabe organik, ada baiknya menggunakan pestisida yang alami.

 

Proses Pemanenan Tanaman Cabe

kebun cabe
envato.com

Hasil akhir proses tanam sampai dengan panen bervariasi, tergantung dari jenis varietas dan lingkungan yang digunakan.

Tanaman cabe baru akan mulai berbuah dan bisa dipanen ketika mulai menginjak umur 2-3 bulan setelah proses tanam.

Dan masa terbaik untuk memanen buahnya adalah ketika buah belum sepenuhnya berwarna merah, yakni masih agak kehijauan.

Dengan proses pemanenan seperti ini bisa dibilang sudah masuk bobot yang optimal.

Untuk waktu panennya, waktu terbaik adalah ketika di pagi hari sebelum embun kering, kalau bisa hindari waktu panen pada siang, ataupun malam hari.

Terakhir, pastikan semua tanaman terawat dengan baik untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

LEAVE A REPLY